Waspada
Waspada » Waspadai Penyakit Jantung Bawaan Pada Anak, Ibu Hamil Jangan Sembarang Minum Obat Warung
Kesehatan

Waspadai Penyakit Jantung Bawaan Pada Anak, Ibu Hamil Jangan Sembarang Minum Obat Warung

dokter spesialis jantung anak Siloam Hospitals Kebon Jeruk Prof. dr. Ganesja Harimurti, Sp.JP(K)

JAKARTA (Waspada): Penyakit jantung tidak hanya milik orang dewasa, melainkan juga anak-anak bahkan bayi baru lahir. Bedanya, penyakit jantung pada anak-anak biasa disebut Penyakit Jantung Bawaan (PJB).

Penyakit jantung bawaan adalah penyakit yang dibawa anak sejak lahir akibat pembentukan jantung yang tidak sempurna sejak masih janin.

Pada kasus penyakit jantung bawaan, dapat terjadi kemungkinan kondisi abnormal terhadap fungsi jantung di dalam tubuh, misalnya penyumbatan aliran darah, perlambatan aliran darah, atau jalur aliran darah yang tidak semestinya.

“Saat jantung janin mengalami proses pertumbuhan di dalam kandungan, terdapat kemungkinan terjadinya gangguan yang menyebabkan jantung janin tidak berfungsi sebagaimana mestinya,” ujar dokter spesialis jantung anak Siloam Hospitals Kebon Jeruk Prof. dr. Ganesja Harimurti, Sp.JP(K) yang juga menjadi anggota dari Siloam Heart Institute dalam diskusi tentang PJB pada anak, bagaimana penatalaksanaannya di era pandemi Covid-19, yang digelar Siloam Hospital Kebon Jeruk, Jakarta, Jumat (29/1).

Itu sebabnya, ibu hamil sebaiknya menjaga kehamilannya, terlebih di 3 bulan pertama kehamilan. Jika sakit atau tidak enak badan, jangan sembarangan minum obat warung atau tanpa resep dokter.

“Pada ibu hamil, minum obat tanpa resep dokter berpotensi janinnya lahir dalam kondisi punya PJB,” ujar Ganesja.

Berdasarkan data statistik, sebanyak 40.000 dari 4 juta bayi di Indonesia mengidap penyakit jantung bawaan. Data lain menyebutkan, terdapat 9 dari 1.000 bayi baru lahir hidup yang menderita PJB. Dari jumlah itu, 50 persen diantaranya memerlukan intervensi.

“Oleh karena itu, pasien dengan penyakit jantung bawaan harus ditindaklanjuti di dalam klinik khusus dengan tim multidisiplin yang dapat mengantisipasi berbagai masalah secara khusus kepada setiap individu,” jelas dokter spesialis bedah jantung anak Siloam Hospitals Kebon Jeruk Dr. dr. Dicky Fakhri, Sp.B, Sp.BTKV menambahkan.

Peningkatan jumlah anak-anak dengan penyakit jantung bawaan yang dapat bertahan hidup sampai dewasa terjadi karena dunia bedah, medis, anestesi, dan perawatan jantung intensif berkembang pesat dalam beberapa dekade terakhir. Ketika pasien memasuki fase dewasa, pasien akan membutuhkan pemantauan reguler dan intervensi bedah lanjutan.

Secara garis besar, penyakit jantung bawaan dapat dikelompokkan menjadi dua tipe. Tipe pertama disebut penyakit jantung bawaan biru (sianotik). Penanganannya adalah dengan pemberian obat secara tepat dan cepat untuk memastikan tidak adanya kegawatan di jalan napas dan pernapasan pasien serta pemberian cairan pada tahap awal dalam jumlah banyak dan cepat.

Tipe kedua disebut penyakit jantung bawaan tidak biru (nonsianotik), yaitu penyakit jantung bawaan yang tidak menimbulkan warna kebiruan pada anak.

Penyakit jantung bawaan nonsianotik bisa terjadi tanpa gejala atau dalam kondisi berat menimbulkan gejala gagal jantung yang ditandai dengan sesak yang memberat saat beraktivitas, bengkak, batuk panas berulang, gangguan pertumbuhan, dan kekurangan gizi.

“Deteksi penyakit jantung bawaan pada anak dapat dilakukan dengan mengenali tanda-tandanya sejak awal, antara lain tumbuh kembang terganggu, batuk panas, cepat lelah, sianosis (kulit membiru), dan bising jantung,” jelas Prof. Ganesja.

Menjaga kesehatan buat hati perlu ekstra cermat, terutama selama pandemi COVID-19 seperti sekarang. Lakukan langkah pencegahan seperti konsultasi rutin dengan dokter, vaksinasi, olahraga teratur, konsumsi makanan bergizi seimbang, istirahat cukup, dan menjalani protokol kesehatan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga Jarak). Hal tersebut berguna agar tumbuh kembang anak tetap optimal, terhindar dari komplikasi jantung, serta mengurangi risiko terpapar virus dan bakteri.

Tim dokter multidisiplin Siloam Heart Institute memiliki pengalaman dan keahlian dalam mengelola pasien mulai dari penyakit jantung bawaan sederhana hingga pasien dengan penyakit jantung bawaan kompleks seperti pasien post fontan surgery, univentricular heart, cyanotic complex, dan congenital heart lessions. Calon pasien bedah akan melewati proses skrining awal sebelum prosedur bedah dilakukan, baik uji laboratorium dan pencitraan sebelum tindakan bedah berlangsung guna memastikan pasien siap untuk menjalani bedah ataupun penanganan lainnya.

Siloam Heart Institute merupakan pusat pelayanan jantung komprehensif bagi masyarakat Indonesia yang didukung oleh berbagai subspesialis jantung serta dilengkapi oleh beragam fasilitas dan alat yang menunjang tindakan pembedahan jantung dari metode konvensional hingga minimal invasif. Sampai saat ini, telah tercatat sedikitnya 2.371 kasus yang ditangani, diantaranya 149 kasus penyakit jantung bawaan.(J02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2