Waspada
Waspada » Ubah Pola Hidup Hindari Idap Penyakit Tukak Lambung
Kesehatan

Ubah Pola Hidup Hindari Idap Penyakit Tukak Lambung

PRAKTISI kesehatan Dr dr Umar Zein DTM&H SpPD KPTI. ubah pola hidup hindari idap penyakit tukak lambung. Waspada/Ist
PRAKTISI kesehatan Dr dr Umar Zein DTM&H SpPD KPTI. ubah pola hidup hindari idap penyakit tukak lambung. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Di kalangan masyarakat sangat akrab mengungkapkan penyakit tukak lambung dengan sebutan asam lambung, padahal dalam istilah medis justru tidak ada penyakit asam lambung.

Bahkan selama ini masyarakat juga mengatakan jika mengalami perut kembung juga mengatakan terkena asam lambung.

“Masyarakat sudah salah kaprah selama ini sehingga tidak jarang masyarakat membeli obat sendiri padahal kalau penyakit tukak lambung harus diobati sesuai diagnosanya,” kata pengamat sekaligus praktisi kesehatan Sumut, Dr dr Umar Zein DTM&H SpPD KPTI (foto) pada Senin (15/2).

Dikatakannya, penyakit asam lambung itu sebenarnya tidak ada. Penyakit asam lambung itukan hanya nama yang dibuat oleh masyarakat saja. Yang ada itu adalah penyakit ulkus atau tukak lambung atau tukak duodenum atau terjadi luka di usus 12 jari.

Namun disebutkannya kebanyakan masyarakat awam jika perutnya kembung selalu mengatakan itu asam lambung. Dimana penyebab munculnya penyakit yang kebanyakan menyerang usia mulai 18 tahun ini karena adanya ketidakseimbangan antara Produksi asam lambung dengan daya tahan lambung.

“Penyebabnya banyak terjadi karena beberapa faktor diantaranya adanya kuman , infeksi, bakteri Helicobacter pylori (bakteri yang biasa ditemukan di lambung),” katanya.

Kemudian juga dipengaruhi stres yang berkepanjangan, pengaruh genetik juga ada bahkan Ada juga, karena makanan yang kurang bersih, sehingga sebut Umar Zein penyebab tukak lambung ini terjadi karena multifaktor.

Pola Makan

Untuk mengantisipasi agar tidak mengalami penyakit ini, pertama dengan pola hidup atau gaya hidup mulai pola makan, dan istilah terlambat makan juga langsung ditampik dokter yang memiliki klinik penyakit tropik dan infeksi ini, menurutnya tidak ada istilah terlambat makan.

“Tidak ada istilahnya itu. Kalau terlambat makan orang puasa lebih terlambat makan. Tidak ada orang puasa yang mengeluhkan lambung.

Kalau yang ia tangani sejauh ini banyak yang mengeluh asam lambung itu ternyata gastritis akut. Keluhannya sama juga mual, muntah, dan nyeri ulu hati.

“Penyakit ini bisa mengakibatkan kematian karena kalau komplikasi bisa pendaharan,” katanya lagi.

Nah terkait sesak nafas yang disebabkan lambung, itupun ditegaskannya tidak benar.

“Karena saluran nafas dan lambung itu berbeda. Kalau sesak nafas kan karena paru. Makanya yang bisa membedakan itu hanya pemeriksaan dokter,” tegasnya.

Ia menyarankan jika mengalami penyakit tukak lambung segera memeriksakan diri ke dokter agar bisa diobati sesuai diagnosa.(cbud)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2