Waspada
Waspada » Selama Pandemi, Jangan Takut Datangi Klinik KB
Kesehatan

Selama Pandemi, Jangan Takut Datangi Klinik KB

JAKARTA(Waspada): Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo menegaskan kalau pelayanan KB semasa pandemi tetap dilaksanakan dengan memerhayikan protokol kesehatan.

Karenanya, dia meminta agar masyarakat, khususnya kaum ibu untuk tetap rajin datang ke klinik KB atau puskesmas terdekat guna mendapatkan layanan KB seperti biasa.

“Pelayanan KB tetap dilaksanakan selama pandemi Covid-19 dengan aturan protokol kesehatan yang ketat, sehingga akseptor dan provider terhindar dari penularan Covid-19,” ujar Hasto dalam webinar dengan topik Gerakan Pencegahan Peningkatan Stunting Selama Pandemi Covid 19 Melalui Pelayanan IUD Post Partum, Selasa (13/10/2020).

Setiap tahun, jumlah kelahiran di Indonesia tercatat lebih dari 4,7 juta kelahiran. Di masa pandemi jumlah itu diperkirakan bertambah. Penyebabnya adalah keengganan masyarakat mendatangi fasilitas pelayanan KB dan makin tingginya angka ketidakterlayanan (unmeet need).

Kepastian layanan KB di masa pandemi terkait erat dengan upaya pencegahan stunting (gagal tumbuh) pada balita, yang menjadi konsentrasi BKKBN saat ini. Pasalnya, stunting banyak disebabkan juga oleh tingginya angka kelahiran yang tidak diinginkan, khususnya pada keluarga kurang mampu.

Saat ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menempatkan Indonesia sebagai negara ketiga dengan kasus stunting tertinggi di Asia. Berdasarkan data riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2019, angka stunting di Indonesia mencapai 30,8 persen.

“Sementara target WHO, angka stunting tidak boleh lebih dari 20 persen,” imbuh Hasto.

Anak yang stunting bukan hanya terganggu pertumbuhan fisiknya, melainkan juga terganggu perkembangan otaknya. Hal itu akan sangat memengaruhi kemampuan dan prestasi di sekolah serta produktivitas dan kreativitas di usia-usia produktif.

Dikatakan Hasto, peran BKKBN dalam penurunan stunting dilakukan dengan melakukan permodelan pendekatan pencegahan. Salah satunya adalah Program Pengendalian jarak dan jumlah kelahiran dengan KB Pasca Persalinan/Post Partum. Sehinga kotrasepsi menjadi pilihan, dengan kontrasepsi kemudian jaraknya bisa lebih dari 36 bulan harapannya.

“Dalam hal ini ada kontrasepsi IUD yang mempunyai tiga keuntungan ketika dipasang setelah melahirkan,” ujar Hasto.

Kelebihan jenis kontrasepsi IUD adalah mudah dalam pemasangan, tidak ada keluhan sakitdan tidak mengganggu kelancaran pemberian ASI.

“Pasanglah IUD post partum atau pasca melahirkan karena memang tidak sakit memasangnya mudah kemudian tidak menggangu ASI, ini saya kira keuntungan-keuntungan yang sangat baik untuk kemudian kita bisa melakukan menjaga jarak dalam interval kehamilan,” pungkas Hasto. (J02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2