Waspada
Waspada » Satgas Covid-19: Thermo Gun Tidak Merusak Otak
Kesehatan

Satgas Covid-19: Thermo Gun Tidak Merusak Otak

dr Budi tengah menunjukkan penggunaan thermo gun.

 

JAKARTA (Waspada): Beberapa waktu lalu publik sempat dihebohkan mengenai isu thermo gun yang dapat merusak sel otak manusia karena memancarkan laser.

Menjawab kesalahpahaman ini, Tim Pakar dan Dokter Muda Satuan Tugas Penanganan COVID-19 dr. Shela Rachmayanti mengatakan, thermometer ini tidak mengeluarkan sinar yang bisa mengeluarkan radiasi.

“Jadi tidak berbahaya untuk otak maupun syaraf yang ada di mata,” tandasnya di Media Center Penanganan Covid-19, Jakarta, Sabtu (8/8/).

Seperti diketahui, salah satu gejala infeksi virus SARS-CoV-2 adalah demam atau peningkatan suhu tubuh. Ini melatarbelakangi pengecekan suhu tubuh dengan menggunakan thermo gun saat individu akan memasuki kawasan kantor atau fasilitas umum.

Thermo gun merupakan salah satu jenis termometer atau alat pengukur temperatur tubuh yang umumnya diarahkan ke dahi. Penggunaan thermo gun menjadi alat andalan dalam mengukur suhu tubuh seseorang secara cepat dan tanpa kontak.

Shela juga menjelaskan pengukuran suhu menjadi penting di masa pandemi ini karena suhu tubuh merupakan gejala yang paling mudah untuk dilihat dan diukur dibanding gejala lainnya yaitu batuk kering, sesak nafas, rasa lemah atau nyeri sendi.

“Suhu tubuh penting untuk diukur sebagai salah satu penapisan pada setiap kondisi. Terutama saat masuk-masuk ke tempat umum. Nah, suhu tubuh normal itu biasanya di kisaran 36,5- 37,5 derajat celcius. Lebih dari itu kita perlu waspada, ” tambah Shela.

Pada kesempatan yang sama, Tim Pakar dan dokter muda Satgas COVID-19 dr Budi Santoso menjelaskan mengenai tujuan pengukuran suhu tubuh yaitu untuk mengetahui suhu sumbu tubuh yang berada di bagian dalam atau core body temperature.

“Pengukuran core body temperature dapat diukur dari dahi, lubang telinga, rongga mulut, ketiak, dan dubur yang menjadi titik ideal dalam pengukuran suhu tubuh karena paling mendekati dengan core body temperature,” jelas dokter Budi.

Melalui penjelasan tersebut, dokter Budi meluruskan kesalahpahaman mengenai pengecekan suhu tubuh di pergelangan tangan. Pengecekan suhu di area pergelangan tangan tidak ideal dan kurang akurat dalam mengukur suhu tubuh seseorang. (J02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2