Waspada
Waspada » Kemenkes dan Korea Siap Uji Klinis Sel Punca Mesenkimal
Kesehatan

Kemenkes dan Korea Siap Uji Klinis Sel Punca Mesenkimal

Penandatanganan oleh pihak Kementerian Kesehatan dengan Pihak Korea Selatan dimulainya kerja sama uji klinis tahap 1 terapi sel punca mesenkimal bagi pasien Covid-19, Senin (10/8).

JAKARTA (Waspada): Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bekerja sama dengan Perusahaan Biofarmasi Daewoong Infion Korea bersiap melakukan uji klinis fase 1 terapi sel punca mesenkimal pasien Covid-19. Uji klinis dilakukan dengan Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS).

Kerja sama uji klinis terapi sel punca mesenkimal termasuk salah satu agenda yang dibahas pada virtual Joint Working Group (JWG) RI-Korea ke-2 pada tanggal 6 Agustus 2020 nanti.

“Kemenkes melihat potensi yang besar sel punca mesenkimal sebagai terapi pada pasien COVID-19. Diharapkan kolaborasi yang dilakukan dapat mempercepat ditemukannya terapi efektif bagi pasien COVID-19,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Litbang Kesehatan, dr. Slamet, MHP, saat audiensi persiapan pelaksanaan uji klinis terapi mesenkimal, Senin (10/8).

Terapi Mesenchymal Stem Cell (MSC) atau yang lebih dikenal di Indonesia dengan Sel Punca Mesenkimal bukanlah terapi yang asing. Julukannya adalah “obat modern”. Terapi ini diharapkan dapat mengatasi masalah gejala pernafasan akut (Acute Respiratory Distress Syndrome/ARDS) yang timbul pada pasien COVID-19.

Stem Cell sendiri tidak bekerja secara langsung membunuh virus, melainkan memiliki fungsi sebagai immunomodulator yang menekan produksi substansi-substansi reaktif penyebab hiperinflamasi dan mencederai jaringan paru.

Selain itu, Sel Punca Mesenkimal memiliki efek antifibrotik yang dapat menggantikan jaringan paru yang fibrosis atau cedera akibat hiperinflamasi.

Menurut hasil penelitian di negara lain yang diterbitkan dalam bentuk systematic review dan meta-analisis, sel punca mesenkimal telah terbukti aman, dengan efek samping minimal, dan bermanfaat menurunkan kematian dan perbaikan fungsi paru pada pasien dengan masalah gejala pernafasan akut (ARDS).

“Produk Mesechymal Stem Cell telah melalui fase uji pre-klinis, terbukti aman dan berkhasiat,” ujar Kepala Pusat Litbang Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan Badan Litbangkes Kemenkes, Dr. dr. Irmansyah, Sp.KJ yang juga berperan sebagai koordinator penelitian.

Irmansyah menyampaikan bahwa penelitian dilakukan di salah satu rumah sakit rujukan milik Kementerian Kesehatan. Irmansyah mengharapkan dukungan dan kerjasama semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan penelitian, mulai persiapan sampai tahap akhir diperolehnya hasil penelitian dan publikasi di jurnal ilmiah yang bereputasi.

Di sela-sela audiensi, secara simbolik dilakukan penandatangan ulang MoU Kerja Sama Uji Klinis terapi Sel Punca Mesenkimal antara Kepala Pusat Litbang Kesehatan Sumber Daya dan Yankes dengan Perusahaan Biofarmasi Daewoong Infion Korea. Penandatanganan disaksikan oleh Plt. Kepala Badan Litbangkes dan President Director PT Daewoong Infion, Ketua Komite MTA, Direktorat Registrasi Obat Badan POM, Set Badan Litbangkes, Set Ditjen Yankes, Dit Yankes Rujukan dan Plt Kepala Biro KSLN.

Direktur Utama RS dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, Dr. dr. Khalid Saleh, Sp.PD-KKV, FINASIM, M. Kes, menyampaikan komitmen RS dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar untuk melakukan uji klinis terapi sel punca mesenkimal pada pasien COVID-19 dengan ARSD, mulai tahap awal sampai akhir didapatkannya hasil uji klinis.

Selanjutnya, Kementerian Kesehatan juga menyambut baik usulan kerja sama dengan PT Daewoong Infion terkait uji klinis untuk kandidat obat Covid-19 dimana Daewoong telah menyelesaikan uji klinis phase 1 di Korea dan India.(J02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2