Waspada
Waspada » HUT Ke-47, PPNI Gelar Bakti Sosial Khitanan Dan Donor Darah Gratis Ditengah Pandemi Covid-19
Kesehatan

HUT Ke-47, PPNI Gelar Bakti Sosial Khitanan Dan Donor Darah Gratis Ditengah Pandemi Covid-19

Perawat Garda Terdepan Penanganan Covid-19

KETUA PPNI Kabupaten Sergai, Ninda Wahyuni SKepNs, MKeb saat melihat proses khitanan massal gratis. Waspada/Ist
KETUA PPNI Kabupaten Sergai, Ninda Wahyuni SKepNs, MKeb saat melihat proses khitanan massal gratis. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Dalam rangka memperingati Hari Ulang tahun (HUT) ke-47 Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), PPNI Serdang Bedagai (Sergai) menggelar kegiatan sunatan (khitanan) massal gratis dan donor darah, ditengah pandemi Covid-19 dengan tetap mematuhi Protokol Kesehatan, di halaman Desa Sei Buluh, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Sergai, Kamis (8/4).

Ketua PPNI Kabupaten Sergai, Ninda Wahyuni SKepNs, MKeb mengatakan, dalam rangka HUT ke-47 PPNI yang untuk selalu berbuat demi kepentingan masyarakat khususnya ditengah pandemi Covid-19.

“Kegiatan bakti sosial yang meliputi sunat massal sebanyak 50 orang anak dan donor darah. Untuk donor darah kita bekerjasama dengan Rumah Sakit Sultan Sulaiman. Ini bentuk kepedulian, pengabdian kami kepada masyarakat terutama di masa pandemi Covid-19 ini,” ujar Wahyuni.

Dijelaskan Wahyuni dimana saat ini ekonomi masyarakat yang menurun drastis.

Maka pihaknya hadir di tengah masyarakat untuk meringankan beban masyarakat salah satunya dengan melaksanakan kegiatan bakti sosial sunat massal tersebut.

“Kita berharap semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, apalagi dimasa pandemi saat ini. Semoga kegiatan ini juga dapat memberikan pengalaman yang baik bagi seluruh anggota PPNI Kabupaten Sergai,” ungkapnya.

Disamping itu Wahyuni juga dalam kesempatannya menyebutkan banyak perjuangan yang telah dilalui oleh PPNI diantaranya dalam pengesahan UU Keperawatan Tahun 2014 dimana akhirnya bisa memiliki payung hukum dalam perlindungan perawat dalam pelayanan keperawatan.

“Perjuangan lain yang kita lalui bersama yaitu dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang juga menjadi sejarah dunia, kita sebagai perawat adalah bagian dari garda terdepan dalam penanganan Covid-19,” ujarnya.

Menurut Wahyuni saat ini juga mereka sedang berjuang dalam kesejahteraan, sebab masih ada perawat yang berpenghasilan dibawah Upah Minimum Regional (UMR).

“Belum ada regulasi pemerintah pusat yang dapat memastikan seluruh perawat di Indonesia digaji di atas UMR. Sehingga saya berharap Pemerintah Kabupaten Sergai bisa memperhatikan kesejahteraan perawat di Sergai,” harapannya.

Sementara itu, Kepala Desa Sei Buluh, Subandi mengatakan, sangat mengapresiasi kegiatan bakti sosial berupa donor darah dan khususnya sunat massal sehingga membantu ditengah tengah msa pandemi Covid-19 saat ini. (cdk)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2