Cegah Kolestrol Tinggi, Selamatkan Diri Sendiri
banner 325x300

Cegah Kolestrol Tinggi, Selamatkan Diri Sendiri

  • Bagikan
Cegah kolestrol tinggi, selamatkan diri sendiri. Waspada/Ilustrasi
Cegah kolestrol tinggi, selamatkan diri sendiri. Waspada/Ilustrasi

KOLESTEROL merupakan salah satu zat lemak yang dihasilkan oleh hati dan lemak jenuh dari makanan tertentu, seperti daging, telur, santan, dan minyak kelapa. Secara umum, kolesterol sangat bermanfaat untuk membangun dinding sel dalam tubuh, memproduksi hormon seks, vitamin D, serta menjalankan fungsi saraf dan otak.

Namun, jika kolesterol memiliki kadar yang sangat tinggi (240 mg/dL atau lebih), zat ini dapat menghasilkan penumpukan zat lemak dan memicu penyakit yang mengancam jiwa, seperti penyakit jantung dan stroke. Kolesterol sendiri memiliki beberapa komponen yang dapat diklasifikasikan menjadi Low Density Lipoprotein (LDL) dan High Density Lipoprotein (HDL).

LDL atau yang sering juga disebut sebagai kolesterol jahat dan normalnya memiliki kadar sebesar<100 mg/dL di dalam tubuh. LDL biasanya akan tinggal bersama di dalam dinding arteri pembuluh darah dan menyebabkan pembentukan zat yang keras serta tebal (plakat kolesterol).

Seiring berjalannya waktu, plakat ini dapat menyebabkan penyempitan arteri hingga menimbulkan penyakit jantung dan stroke. LDL sering ditemukan di dalam makanan berlemak, seperti keju, mentega, kuning telur, kulit ayam, daging merah, dan susu.

Berbeda dengan LDL, HDL sendiri adalah kolesterol yang bermanfaat bagi tubuh dan baiknya memiliki kadar sebesar 60mg/dL di dalam tubuh. HDL ini nantinya akan mengangkat LDL di luar hati untuk masuk ke dalam hati, sekaligus membersihkan plakat kolesterol yang ada di pembuluh darah dan mengeluarkannya melalui saluran empedu keluar  tubuh.

Kandungan HDL sendiri dapat ditemukan di kacang-kacangan, alpukat, ikan tuna, dan daging putih dari ayam. Pada umumnya, kadar HDL akan rendah saat kadar kolesterol total tinggi.

Kadar kolesterol sendiri, bahkan dalam keadaan tinggi sekali pun, biasanya tidak memunculkan gejala. Namun, terkadang saat kadar kolesterol sudah sangat tinggi di dalam tubuh, maka penumpukan lemak akan muncul dan tampak di permukaan kulit serta urat daging seseorang.

Keadaan ini dapat disebut dengan xantoma. Untuk itu, agar kita dapat mencegah kolesterol tinggi yang dapat memicu penyakit berbahaya lainnya, kita harus mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi peningkatan kadar kolesterol dalam tubuh dan rutin melakukan pemeriksaan kadar kolesterol.

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi peningkatan kolesterol dalam tubuh adalah jumlah makanan dengan lemak jenuh yang dikonsumsi, seperti keju, kuning telur, daging merah, dan susu, juga kurangnya aktivitas fisik yang dapat menyebabkan aliran darah dalam tubuh kurang lancar dan memicu mudahnya plak kolesterol terbentuk.

 

Bagaimana Cara Mengukur Kadar Kolesterol?

Kadar kolesterol dapat diukur dengan melakukan pemeriksaan di laboratorium atau dengan mengukur kolesterol di fasilitas kesehatan terdekat secara mandiri menggunakan cholesterol meter. Sebelum melakukan pengukuran dengan menggunakan cholesterol meter, umumnya pasien diminta untuk berpuasa selama 10 jam sebelum pemeriksaan dilakukan.

Nantinya pada saat pemeriksaan, ujung jari telunjuk pasien akan dibersihkan dengan kapas alkohol dan ditusuk sedikit dengan menggunakan jarum kecil yang steril (lancet steril). Kemudian, setelah darah pasien keluar, darah tersebut akan dimasukkan ke dalam strip kolesterol dan diukur dengan menggunakan cholesterol meter. Hasil kolesterol pasien biasanya akan keluar 30 detik setelah perhitungan cholesterol meter dimulai.

Pemeriksaan kolesterol sendiri dapat dilakukan untuk seluruh kalangan usia. Namun, pemeriksaan ini lebih disarankan pada usia 20 tahun ke atas. Pemeriksaan ini juga tidak memiliki rentang waktu tertentu untuk diperiksakan.

Pemeriksaan mandiri dapat dilakukan kapan pun. Namun, pemeriksaan laboratorium disarankan untuk dilakukan tiap 4 hingga 6 tahun.

 

Bagaimana Cara Menjaga Agar Kolesterol Tetap Stabil?

Kadar kolesterol yang tinggi umumnya dipicu oleh gaya hidup yang tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik. Sehingga, untuk menurunkan kadar kolesterol dan menjaganya agar tetap stabil, kita memerlukan gaya hidup yang sehat.

Gaya hidup yang sehat dapat dikembangkan melalui berbagai cara, seperti berolahraga secara teratur. Olahraga secara teratur dapat membantu menaikkan kadar HDL dan mencegah serangan jantung.

Maka, lakukanlah olahraga ringan minimal 30 menit dalam sehari, seperti joging, bersepeda, dan berenang. Kemudian, kadar kolesterol dapat juga dikontrol dengan menerapkan pola makan yang sehat.

Hindari memasak makanan dengan cara digoreng, mengingat hal tersebut dapat meningkatkan kadar LDL dalam tubuh. Sebagai alternatif, cobalah memasak makanan dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang.

Selain dengan mengganti metode memasak dalam makanan, kolesterol dapat juga dikontrol dengan memperbanyak konsumsi makanan tinggi serat, seperti buah dan sayuran. Hindari konsumsi makanan tinggi LDL, seperti daging merah, jeroan, kuning telur, susu full cream, keju, dan makanan ringan, seperti biscuit serta kue. Sebagai gantinya, perbanyaklah konsumsi makanan tinggi HDL, seperti alpukat dan kacang-kacangan, serta makanan yang kaya akan omega 3.

Selain melalui olahraga secara teratur dan penerapan pola makan sehat, kadar kolesterol juga dapat dikontrol dengan rutin melakukan pemeriksaan kolesterol, baik secara mandiri di fasilitas kesehatan terdekat maupun dengan pemeriksaan di laboratorium.

Hal ini sangat berguna untuk mengetahui kadar kolesterol yang dicapai, sehingga dapat dilakukan metode untuk mengontrolnya. Lalu, perkayalah diri dengan informasi-informasi yang berguna terkait kolesterol, seperti resep masakan lezat dengan kadar kolesterol rendah dan metode olahraga yang mudah dan murah.

Melihat bahaya kolesterol tinggi dan mudahnya mengontrol kadar kolesterol, mari sama-sama kita mengontrol kolesterol dengan cara-cara yang mudah dan murah. Karena mencegah lebih baik dan lebih murah daripada mengobati. Cegah kolesterol tinggi, selamatkan diri sendiri. Waspada

Khairunnisa Syahril yang dibimbing oleh Harinawati, SSos, MA, Mahasiswa KKN-PKP P077 Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh 

 

  • Bagikan