Kemdikbud Anggarkan Rp4 Triliun Untuk Digitalisasi Sekolah, Ini Dia Peruntukkannya

JAKARTA (Waspada): Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan program Digitalisasi Sekolah. Tujuannya adalah pengembangan digitalisasi sekolah, khususnya di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Kemdikbud Anggarkan Rp4 Triliun Untuk Digitalisasi Sekolah, Ini Dia Peruntukkannya
Kemdikbud Anggarkan Rp4 Triliun Untuk Digitalisasi Sekolah, Ini Dia Peruntukkannya

“Digitalisasi Sekolah merupakan terobosan baru di dunia pendidikan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dalam berbagai aspek pengajaran,” kata Mendikbud pada jumpa pers peluncuran program Digitalisasi Sekolah, di Perpustakaan Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Selasa (17/9).

Kelebihan sistem ini, kata Mendikbud, mempermudah proses belajar mengajar, karena para siswa dapat mengakses semua bahan ajar ataupun bahan ujian dalam satu jaringan.

Untuk program ini, Kemdikbud mengeluarkan anggaran senilai lebih dari Rp4 triliun. Jumlah tersebut untuk membeli sarana pembelajaran TIK dan komputer tablet.

Komputer tablet akan diberikan kepada 1.142 siswa, terdiri dari 508 siswa SD, 303 siswa SMP, 228 siswa SMA, dan 103 siswa SMK. Komputer tablet tersebut telah dipasangkan aplikasi rumah belajar yang menyediakan delapan fitur utama, yakni sumber belajar, buku sekolah elektronik, bank soal, laboratorium maya, peta budaya, wahana jelajah angkasa, pengembangan keprofesian berkelanjutan, dan kelas maya. Sarana pembelajaran TIK yang diberikan berupa PC, laptop, LCD, router, dan eksternal hard disk.

“Dana tersebut diambilkan dari BOS Afirmasi dan BOS Kinerja. Tahun 2019 Kemendikbud telah menganggarkan bantuan sarana pembelajaran TIK dan tablet melalui BOS Kinerja untuk 6.004 sekolah dan 692.212 siswa. Sedangkan BOS Afirmasi untuk 30.277 sekolah dan 1.061.233 siswa,” terang Mendikbud.

Peluncuran perdana program ini dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, pada Rabu (18/9), ditandai dengan pemberian sarana pembelajaran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) kepada sekolah serta komputer tablet kepada siswa.


Sekolah yang akan menerima sarana pembelajaran tersebut di Kabupaten Natuna sebanyak 38 unit sekolah, terdiri dari 25 SD, 9 SMP, 3 SMA, dan 1 SMK. Sarana pembelajaran TIK ini bertujuan untuk mempermudah sekolah melaksanakan program Digitalisasi Sekolah.

Ditemui dalam acara seminar yang digelar Global Educational Supplies and Solution (GESS) di Jakarta Convention Center, Rabu (18/9), staf ahli bidang inovasi dan daya saing Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Ananto Kusuma Seta mengatakab, digitalisasi sekolah merupakan implementasi dari new learning yang disiapkan untuk menghadapi revolusi industri 4.0. Karakteristik new learning tersebut adalah student centered, multimedia, collaborative work, information exchange, dan critical thinking and informed decision making.

"Itu artinya teknologi adalah alat untuk membantu mengembangkan karakter dan potensi siswa. Jadi bukan sekedar memberikan gadget ke siswa lantai cukup. Literasi digital ke siswa harus ditekankan pada upaya membantu pengembangan potensinya," kata Ananto.

Dia mengatakan, kunci dari keberhasilan literasi digital di sekolah ini adalah guru. Karena itu, pelatihan untuk guru juga dilakukan.

"Kalau di Kemdikbud ada pustekkom dan tv edukasi. Semua itu dapat dimanfaatkan bagi guru untuk menimba ilmu," kata Ananta.(dianw)