Kecewa Sambutan Panpel PSMS Tanpa Target Lawan PSCS

MEDAN (Waspada): PSMS Medan siap menghadapi PSCS Cilacap dalam laga pekan kelima Liga 2 Indonesia 2019 di Stadion Wijaya Kusuma, Sabtu (13/7) sore ini.

Kecewa Sambutan Panpel PSMS Tanpa Target Lawan PSCS
PELATIH PSMS Abdul Rahman Gurning (tengah) didampingi pemain Legimin Rahardjo (kanan) memberikan keterangan pers, Jumat (12/7). Waspada/Ist

Skuad Ayam Kinantan harus meraih kemenangan atau minimal seri agar dapat terus bersaing di papan atas klasemen sementara. PSMS saat ini menempati posisi ketiga Wilayah Barat dengan mengoleksi sembilan poin hasil tiga kali menang dan sekali kalah.

Poin PSMS hanya terpaut satu dari pemuncak klasemen Sriwijaya FC dengan 10 poin serta cuma kalah selisih gol dari PSCS yang menduduki posisi kedua. Dua tim di bawah PSMS, yakni Persiraja dan Persita juga mengemas sembilan poin.

Dalam laga tandang, Legimin Rahardjo cs punya rekor bagus dengan mengalahkan tuan rumah PSPS Riau dan Persibat Batang pada pertandingan pekan pertama dan kedua. Namun PSCS dinilai bukan lawan yang mudah untuk dikalahkan dalam laga ini.

Pelatih PSMS, Abdul Rahman Gurning, bahkan mengaku tidak memasang target poin dalam laga kontra PSCS. “Target kami hanya bermain baik. Tidak ada yang cedera, tidak ada akumulasi. Masalah hasil kita serahkan sama Allah SWT. Semoga Allah mengizinkan yang terbaik untuk kami,” ujar Gurning saat konferensi pers, Jumat (12/7).

Komentar Gurning itu tidak terlepas dari kekecewan Gurning terhadap panita pelaksana dalam menyambut kedatangan tim PSMS sejak hari pertama.

“Saya sangat kecewa, tim terkendala persiapan sejak datang ke sini. Rencana mau latihan pagi, tapi ada masalah bus. Siapa pun tahu bus itu tidak layak untuk Liga 2, tidak punya AC sehingga tim kepanasana,” bebernya.

Tak sampai di situ, Gurning menjelaskan jika PSMS sampai Bandara Adi Sucipto Yogyakarta pukul 14.00 WIB, Kamis (12/7). Perjalanan tim harus dilanjutkan sekira lima jam lagi menuju Cilacap, namun pihaknya diberi bus yang tidak layak.

“Kami dijemput tapi katanya busnya sedang diperbaiki. Kita tunggu sampai shalat Ashar. Begitu kita sudah naik, berapa lama AC-nya mati. Anak-anak kepanasan, makanya kita turun di tengah jalan, karena sudah enggak tahan lagi. Langsung kita minta tukar bus. Sampai beberapa jam kita tunggu, terlantar di Jogja. Sampai sini (Cilacap) jam 12 malam. Makan, lalu baru bisa tidur pukul 02.30 WIB,” ucap Gurning.

Dampaknya, lanjut Gurning, pemain tidak bisa latihan pagi. Agenda latihan sore pun ternyata tidak seperti yang diharapkan. PSMS sejatinya mendapat jadwal latihan pukul 15.30 WIB hingga 16.30 WIB.

Namun, Gurning dan skuadnya memilih shalat Ashar lebih dulu. Dia berharap ada keringanan dari Panpel agar latihannya diberikan waktu lebih saat kepotong jam shalat.

“Jadi kami minta sore latihan dan dikasih, yakni sekitra pukul 15.30 WIB. Kita datang shalat dulu, namanya umat Islam, kita utamakan shalat,” katanya.

Begitu waktunya habis (16.30 WIB), lanjut Gurning, latihan disuruh berhenti. “Jadi kita hanya bisa latihan 30 menit saja. Sangat kurang persiapan kita, tapi tidak apa-apa, kalau memang itu sudah aturan. Terima kasih sama panitia,” tutupnya (cat)