Kapolres Simeulue: Kasus Mesum Di Busung Lanjut

SIMEULUE (Waspada): Kapolres Simeulue AKBP. Ardanto Nugroho melalui Kasat Reskrim, Iptu M.Khalil menegaskan kasus mesum yang tertangkap di Busung Indah, Kecamatan Teupah Tengah, proses hukumnya tetap lanjut. "Insya Allah dalam Minggu ini pemberkasannya sudah selesai," terang Kasat Reskrim M.Khalil didamping Kanit PPA kepada Waspada di ruang kerjanya Senin (2/12).

Kapolres Simeulue: Kasus Mesum Di Busung Lanjut
Atas nama Kapolres AKBP Ardanto Nugroho, kanan Kasat Reskrim Simeulue Iptu M.Khalil didampingi Kanit PPA memberikan keterangan pers, Senin (2/12). Waspada/Rahmad

Menurutnya meskipun ada kabar satu pasangan atas nama IW dan MW sudah menikah di KUA Medan Deli sesuai foto copy surat kutipan akta nikah yang beredar dua hari ini hal itu tidak menghentikan proses hukumnya. "Soal ada yang menikah itu kami tidak tahu. Belum ada yang melapor. Jika itupun benar tidak akan menghentikan proses hukum karena mereka menikah sesudah ditangkap," tegasnya.

Lebih lanjut M.Khalil menerangkan SPDP terhadap dua pasang pelaku mesum yang dibuat dalam dua berkas atas nama Mn dan An kemudian  IW dan NM, tertangkap di Busung Indah sudah mereka sampaikan ke kejaksaan pada 25 November 2019. "LP.B/57 & LP.B/58," jelas dia.

Disoal kenapa pelaku mesum yang tertangkap mesum di Busung Indah selama ini tidak ditahan hal itu karena terbatasnya masa waktu penahanan. Sementara kasus mesum ada dua berkas. "Tapi para tersangka mesum, meski tak ditahan. Mereka wajib lapor selama ini," jelas dia.

Di pihak lain Ketua KNPI Simeulue terpilih Adi Saleh, S.Sos,I. MA yang terpilih dalam Musda ke V DPD II KNPI Simeulue meminta aparat hukum menuntaskan kasus Mesum di Simeulue yang membuat daerah itu heboh, setuntas-tuntasnya.

Istimewa menurut Adi Saleh peristiwa mesum yang terjadi di sebuah Resort Kosong di Busung Indah, Kecamatan Teupah Tengah Simeulue pertengahan bulan lalu karena para pelaku prianya sudah menikah dan punya anak.

"Iya, imbauan saya untuk penuntasan kasus mesum di Busung Indah sudah dimuat di media. Begitu kita berharap segera diproses,"  jawabnya saat ditanya Waspada ketika bersua di lantai I Bank BPD Canang Sinabang, Senin (2/12).

Lebih lanjut sebuah sumber namun tak ingin namanya ditulis meminta kepada aparat penegak hukum mengusut soal statemen seorang istri dari salah satu pasangan pria yang tertangkap mesum berinisial IW.

Yakni: (1). Bahwa istri IW,  Siti Makhfira Umi tidak pernah memberikan surat persetujuan poligami pada suaminya IW. (2) dalam copy surat nikah yang beredar status IW duda sementara dia beristri.

Kemudian (3). Menurut Siti Mahkfira Umi yang juga sepupu kandung Ketua KNPI Simeulue Adi Saleh, IW juga belum lama ini menikahi gadis berinisial Y berdomisili di Dusun Muaro, Desa Sanggiran, Kecamatan Simeulue Barat dan sama wanita Y sudah lahir seorang anak laki-laki berusia empat bulan.

Diduga di sini kata sumber, ada pemalsuan dokumen negara dan juga indikasi penelantaran istri/perempuan dan penelantaran anak di bawah umur. Indikasi ini jelas disampaikan Siti Mahkfira Umi di media.

Siti Makhfira Umi sendiri ditanya kenapa tidak membuat laporan atas "kekerasan" terhadap diri dan anaknya dia menjawab setelah suaminya dilepas Polres usai ditangkap dia menjadi ragu akan penegakan hukum di Simeulue.

Dia sendiri mengaku ekonominya sangat susah sementara keluarganya seakan tak peduli dengan nasibnya. Siti Makhfira Umi sendiri mengaku sepupu kandung dengan Adi Saleh (Ketua KNPI Simuelue).

Ketua KNPI Simeulue, Adi Saleh yang jug sekretaris PBB Simeulue saat ditanya Waspada tentang hubungan kekerabatannya dengan Siti Makhfira Umi. "Benar kami sepupu kandung. Ayah saya adek mak kandung, Kak Siti Makhfira Umi," terangnya.(crn)