Kalimatus Sawak

Hai ahli kitab, marilah kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kalian. Bahwa; tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan  Dia dengan sesuatu apapun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai sesembahan selain Allah. Jika mereka berpaling , maka katakanlah kepada mereka, “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang  menyerah diri kepada Allah. (QS. Ali Imran:64).

Kalimatus Sawak

DI awal dakwah Islam, tantangan paling kuat adalah dari golongan musyrikin Mekkah, Yahudi Madinah dan Nasrani Yaman. Kaum musyrikin penyembah berhala kemudian beralih menjadi Islam, sedangkan Yahudi dan Nasrani  sukar diajak karena mereka memilki kitab Taurat,  Zabur Dn Injil. Mereka (Yahudi) menganggap agama mereka lebih tua yang diturunkan Allah, begitu juga keyakinan nasrani.

Allah SWT meminta Rasulullah untuk mengajak mereka dengan sebuah kalimat (Kalimatus Sawak) yakni sebuah kalimat yang tiada menimbulkan perselisihan antara orang-orang Yahudi, Nasrani, bahkan dengan Majusi.

Mari sama-sama menyembah hanya satu Tuhan, yakni Allah SWT. Allah yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Allah pencipta langit dan bumi serta isi di antara keduanya. Allah yang mematikan dan menghidupkan.

Ruapanya ajakan Rasul Allah tersebut ditolak oleh orang-orang Yahudi di Madinah. Hanya segelintir orang Yahudi yang masuk islam. Akibat pembangkangan yang terus menerus, akhirnya atas izin Allah, kaum Yahudi terusir dari Madinah.

Allah menaman sifat pengecut dalam setiap hati Yahudi, alkhirnya tanpa perlu peperangan, mereka pergi sendiri dari Madinah. Hal ini terjadi tahun ke lima hijriyah. Sedangkan orang-orang Nasarni yang ada di Yaman, juga sebagian dari Ethiopia mereka masuk Islam.

Sebenarnya agama Yahudi, Nasrani dan Islam bertuhan kepada Alah SWT. Kitab suci mereka juga nerasal dari Allah SWT. Nasrani datang untuk memperbaiki ajaran kaum Yahudi yang sudah menyimpang pada abad pertama masehi.

Nabi Isa pembawa agama Nasrani, meluruskan konsep tauhid sebagaimana yang diajarkan Musa. Musa mengajarkan Allah Maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Setelah Isa wafat, orang-orang Nasrani juga syirik dengan meyakini Isa itu anak Allah SWT.

Nabi Muhammad SAW diutus oleh Allah SWT. dengan  mendakwahkan Agama islam. Islam mengakui Agama Yahudi dan Agama Nasrani, Musa dan Isa adalah para rasul utusan Allah SWT. Nabi Muhammad adalah rasul terakhir untukseluruh bangsa. Beliau mengembalikan Tauhid kepada yang sebenarnya. Kalimat tauhid itulah kalimatus Sawak.

Apakah zaman sekarang masih layak kita serukan kepada manusia? Tentu masih sangat layak. Dan Alhamdulillah di Jerman, Inggris, Perancis, Amerika, Jepang,  Korea Selatan, Australia dan beberapa negara lainnya sedang berduyun-duyun menerima kalimat mulia itu. *** Tgk. H. Ameer Hamzah ***