JPU Ajukan Kasasi Putusan Seumur Hidup Ibrahim Hongkong Dkk

ACEH TAMIANG (Waspada): Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang segera mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) terhadap putusan banding dikeluarkan Pengadilan Tinggi Banda Aceh terhadap terdakwa Ibrahim Hasan alias Hongkong dan kawan-kawan dengan hukuman seumur hidup.

JPU Ajukan Kasasi Putusan Seumur Hidup Ibrahim Hongkong Dkk

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang Irwinsyah didampingi JPU Teddy Lazuardi Syahputra kepada Waspada, Selasa (9/7)  mengatakan pihaknya sedang menyiapkan administrasi dan hal lain yang dibutuhkan untuk pengajuan kasasi terhadap terdakwa Ibrahim Hongkong dkk.

Dijelaskannya, terdakwa Ibrahim Hongkong dkk, yaitu Abdul Rahman, Ibrahim Ahmad, Joko Susilo, Rinaldi Nasution, Syafwadi, Amat Atib dan Ibrahim alias Jampok sebelumnya telah di putuskan hukuman 20 tahun penjara oleh PN Kualasimpang, kecuali Amat Atib dikenakan hukuman 18 tahun penjara.

Namun putusan itu dinilai belum maksimal seperti tuntutan diajukan JPU, yakni hukuman mati. "Jaksa kemudian melakukan banding ke PT Banda Aceh dan 26 Juni 2019 menerima petikan putusan PT terhadap semua terdakwa dikenakan hukuman seumur hidup,” kata Teddy Lauardi.

Menurutnya, putusan PT Banda Aceh dirasakan belum sesuai dengan tuntutan yang diajukan. "Kita sudah persiapkan semua materinya dan dalam minggu ini diserahkan berkas administrasi pengajuan kasasinya melalui PN Kualasimpang,” sebutnya.

Hal senada disampaikan Kajari Aceh Tamiang, Irwinsyah. Ia mengatakan, upaya dilakukan pihaknya merupakan bahagian dari proses hukum dan sesuai mekanisme berlaku. “Kami berharap hasil dari kasasi yang diajukann bisa memberikan hasil maksimal sesuai dengan tuntutan jaksa,” harap Irwinsyah.

Sebagaimana diketahui, PN Kualasimpang telah menjatuhkan vonis penjara 20 tahun terhadap Ibrahim Hasan alias Hongkong, dan vonis ini lebih rendah dari tuntutan JPU yang mengajukan hukuman mati. Ibrahim Hongkong merupakan mantan anggota DPRD Langkat dinyatakan terbukti terlibat dalam jaringan peredaran narkoba internasional.


Dari catatan yang disebutkan JPU, menyebut barang bukti sabu-sabu yang disita dari jaringan ini sebanyak 70 bungkus sabu-sabu seberat 73.505 gram dan enam bungkus berisi 30 ribu butir pil ekstasi atau seberat 8.163 gram. Seluruh terdakwa melanggar Pasal 114 ayat (2) UU No. 35/2009 tentang Narkotika.(cri)