Jembatan Darurat Ambruk Lagi, Hubungan P. Siantar - T. Jawa Lumpuh Total

Pekerjaan Perbaikan Jalan Dinilai Lamban

Jembatan Darurat Ambruk Lagi, Hubungan P. Siantar - T. Jawa Lumpuh Total
(1) Jembatan darurat yang dibangun secara swadaya ambruk. Di sisi lain terlihat besi-besi untuk penahan jalan berserakan di sekitar jalan rusak. Foto direkam Senin (28/10) siang.  (2) Satu unit alat berat sedang bekerja membuat landasan jembatan darurat untuk bisa dilalui kenderaan roda dua dan pejalan kaki.   (3) Puluhan angkutan kota sedang mengantri menunggu giliran mengangkut penumpang. Waspada/Hasuna Damanik
Jembatan Darurat Ambruk Lagi, Hubungan P. Siantar - T. Jawa Lumpuh Total
Jembatan Darurat Ambruk Lagi, Hubungan P. Siantar - T. Jawa Lumpuh Total

SIMALUNGUN (Waspada): Jembatan darurat yang dibangun secara swadaya masyarakat di jalan umum Pematangsiantar - Tanahjawa, Nagori Marubun Jaya, Kec. Tanahjawa, Kab. Simalungun, ambruk akibat gerusan erosi menyusul hujan deras yang melanda daerah itu sejak Minggu (27/10) petang hingga malam pk. 22.00. Akibat kejadian itu, hubungan transportasi P. Siantar - Tanahjawa dan sebaliknya lumpuh total. 


Padahal jembatan darurat yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat tersebut merupakan pengganti jembatan bailey yang ambruk pada Kamis (17/10) siang.


Camat Tanahjawa, Parolan Sidauruk saat dihubungi Waspada Senin (28/10) siang mengakui ambruknya jembatan darurat tersebut telah melumpuhkan transportasi yang menghubungkan P. Siantar-Tanahjawa dan sebaliknya. " Kejadiannya Minggu (27/10) sekira pukul 22.00, disebabkan hujan deras yang mengguyur sejak petang hingga malam," kata Parolan.


Untuk sementara, Pemerintah Kecamatan Tanahjawa bekerjasama dengan masyarakat dan pihak perkebunan, sedang berupaya membuat titik pembuangan air.


Selain itu, untuk bisa dilalui kenderaan roda dua dan pejalan kaki, dibuat jalur dengan menggunakan titi papan. Sedangkan bagi pemilik kenderaaan roda empat ke atas dialihkan sementara melalui jalan alternatif dari kawasan perkebunan. 


Sementara, warga yang ditemui di seputar lokasi jembatan ambruk tersebut menyatakan rasa kecewanya terhadap pihak Pemprovsu khususnya dinas terkait yang dinilai sangat lamban melakukan perbaikan jalan provinsi dimaksud. 


Warga menyebutkan, sejak jalan menghubungkan P. Siantar - Simalungun -Asahan tersebut longsor pada Mei 2019 lalu, belum ada hasil pekerjaaan yang terlihat di lokasi itu. Padahal, pelaksanaan pekerjaan sudah di mulai sejak tiga bulan lalu. " Yang ada hanya tiang-tiang berserakan," ujar marga Purba warga setempat.


Yang paling susahnya lagi, tambah Purba, pasca ambruknya jembatan darurat tersebut anak-anak yang akan sekolah ke P. Siantar maupun warga yang akan berbelanja dan bepergian menjadi 'tersiksa' karena kenderaan yang ditumpangi harus bersambung di titik lokasi jalan rusak itu. Lokasi jalan rusak berubah menjadi tempat mangkalnya bus angkutan umum, baik yang akan menuju ke P. Siantar maupun sebaliknya.


Warga sangat mengharapkan Pihak Pemprovsu dalam hal ini Gubsu Edy Rahmayadi segera turun tangan memerintahkan stafnya untuk segera menyelesaikan perbaikan jalan dimaksud.


Warga juga berharap, perbaikan yang dilakukan tidak hanya sebatas memasang gorong-gorong, karena gorong-gorong dinilai sudah tidak mampu lagi menampung volume air yang begitu besar terutama saat hujan deras turun. Dan ini sudah terbukti jalan umum itu sudah dua kali longsor.


"Kami berharap pemerintah membangun jembatan permanen yang mampu mengatasi masalah banjir. Bukan lagi memasang gorong-gorong," tambah Purba.


Disisi lain, Kepala UPT Dinas Bina Marga dan Konstruksi Pematangsiantar saat hendak dikonfirmasi, Senin (28/10) tidak berada di kantornya. Menurut salah seorang pegawai, Ka. UPT sedang melaksanakan tugas lapangan.(a29/I)