Istana Purba Ditemukan di Irak

Istana Purba Ditemukan di Irak
Istana purba Kekaisaran Mittani yang diyakini berusia sekitar 3.400 tahun ditemukan di pinggiran sungai Tigris di wilayah Kurdi Utara, Irak. Sky News

BAGHDAD, Irak (Waspada): Tim arkeolog Jerman dan Kurdi menemukan reruntuhan bangunan istana purba yang diyakini berusia sekitar 3.400 tahun ditemukan di pinggiran sungai Tigris di wilayah Kurdi Utara, Irak.

     Seperti dilansir BBC, Minggu (30/6), mengutip pernyataan para peneliti, diperkirakan istana kuno itu didirikan di masa Kekaisaran Mittani, yang wilayah kekuasaannya mendominasi sebagian besar Mesopotamia dan Syria dari abad 15 hingga 14 Sebelum Masehi (SM).

     Tim arkeolog dalam siaran persnya, mengharapkan pihaknya mendapatkan informasi baru tentang segala hal terkait politik, ekonomi, dan sejarah kekaisaran Mittani, setelah mereka menemukan tablet tanah liat dengan tulisan paku di atasnya di situs tersebut. Sisa-sisa reruntuhan istana dan kota kuno itu terungkap ke permukaan setelah air sungai di waduk Mosul itu surut pada musim gugur lalu.

     Para arkeolog, yang dipimpin Dr Ivana Puljiz dari Universitas Tubingen, Jerman, dan Dr Hasan Ahmed Qasim dari Organisasi Arkeologi Kurdistan, kemudian melakukan penggalian di situs Kemune - sebutan lokasi temuan situs bangunan istana kuno itu. "Temuan ini adalah salah satu penemuan arkeologis paling penting di wilayah ini dalam beberapa dekade terakhir," kata Hasan Ahmed Qasim, dalam siaran persnya.

     Menurut Ivana Puljiz, bangunan istana yang dirancang dengan hati-hati ini berdinding bata berlumpur yang ketebalannya sekitar dua meter. Di dalam bangunan, ada beberapa kamar yang memiliki dinding yang diplester. "Kami juga menemukan sisa-sisa lukisan dinding dalam nuansa merah dan biru cerah," kata Puljiz.

     Pada zaman kuno, bangunan istana itu berdiri pada ketinggian di atas lembah, hanya 20 meter dari tepi timur Sungai Tigris kuno. Pada periode Kekaisaran Mittani, dinding teras dari bata berlumpur itu dibangun di depan bagian barat istana untuk menstabilkan medan yang miring. Menghadap ke Lembah Tigris, istana itu pasti menghadap ke panorama yang mengesankan, kata tim arkeolog.

     Sepuluh tahun silam, tim arkeolog dari Universitas Tubingen, Jerman, telah melakukan penggalian di situs Kemune, ketika air waduk masih rendah. Namun penggalian ini tidak dilanjutkan karena kawasan itu seringkali terendam banjir akibat pembangunan waduk Mosul pada pertengahan 1980-an. Barulah pada musim gugur lalu, penggalian itu dilanjutkan.

     Menurut Ivana Puljiz, Kekaisaran Mittani adalah salah satu kerajaan yang paling jarang diteliti di kawasan Timur Dekat Kuno. "Informasi tentang istana-istana dari Periode Mittani sejauh ini hanya tersedia dari Tell Brak di Syria dan dari kota-kota Nuzi dan Alalakh, keduanya terletak di pinggiran kekaisaran. Bahkan ibukota Kekaisaran Mittani belum teridentifikasi sejauh ini. Karena itulah, penemuan istana Mittani di situs Kemune ini sangat penting bagi arkeologi," katanya.

     Di masa kuno, kekuasaan Kekaisaran Mittani meliputi kawasan timur pantai Mediterania timur hingga kawasan timur bagian utara Irak. Diperkirakan mereka berkuasa antara abad ke-15 hingga pertengahan abad ke-14 SM. (bbc/And)