IRT Tewas Gantung Diri

TANAH KARO(Waspada): Seorang ibu rumah tangga ditemukan tewas tergantung di kamar mandinya.Tidak ditemukan tanda kekerasan ditubuhnya, diduga korban mengakhiri hidupnya karena terlilit hutang, Kamis(22/8).

IRT Tewas Gantung Diri
RUMAH korban terlihat di kunjungi para keluarga dan tetangga di Desa. Kutabuluh(      Waspada/Ist)

 Kapolsek Kutabuluh AKP melalui Kanitreskrim Aiptu Bagariang kepada Waspada membenarkan peristiwa IRT gantung diri. Korban gantung diri diketahui bernama Elisabeth Br Surbakti, 45 penduduk Desa. Rumah Kuta, Kec. Kutabuluh. Penemuan korban gantung diri pertama kali diketahui Sapta Perangin angin yang merupakan suami korban. 

Saat diketahui istrinya sudah tidak bernyawa, Sapta sebelumnya memanggil istrinya berkali kali, namun dari dalam rumah dengan kondisi pintu terkunci dari dalam, suaminya tidak juga mendengar jawaban dari istrinya. Setelah beberapa menit menggedor pintu rumahnya, dan pintu tetap tidak terbuka. Merasa aneh suami korban lalu mendobrak pintu rumah, setelah berhasil mendobrak pintu spontan suami korban berteriak histeris sambil meminta tolong ke warga. 

Mendengar teriakan suami korban langsung mengundang kedua saksi, diantaranya Anderson Perangin angin, 47 dan Sahri Barkan Sitepu, 39 yang ketika  itu melintas di depan rumah. Spontan kedua saksi menhapiri suami korban, lalu ketiganya bersama sama mendobrak pintu kamar mandi. Ketika pintu kamar mandi terbuka ketiganya mendapati jasad korban tergantung dan saat itu korban pun terjatuh di lantai dengan posisi terlungkup dan  bawah dengan posisi telungkup dan ditemukan sehelai selendang yg telah di ikat ujungnya sehingga berbentuk lingkaran.

Atas temuan itu warga langsung melaporkan ke Polsek Kutabuluh, selanjutnya petugas bersama keluarga segera membawa korban ke puskesmas Kutabuluh. Dari keterangan petugas puskesmas diketahui korban Elisabet br Karo sudah meninggal dunia, dilakukan pemeriksaan di tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda tanda kekerasan. Atas kesepakatan keluarga dan suami, korban selanjutnya dibawa keluarga pulang untuk dilakukan penguburan di desanya, jelas Bagariang.(c10/..)