Waspada
Waspada » WHO Tetapkan Virus Corona Sebagai Pandemi
Internasional

WHO Tetapkan Virus Corona Sebagai Pandemi

Seluruh komuter di Hong Kong terlihat mengenakan masker guna terhindar dari virus corona. AP

JENEWA, Swiss (Waspada): Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (11/3/2020), menetapkan virus corona (Covid-19) sebagai pandemi, bukan epidemi lagi. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, kondisi virus corona saat ini sudah cukup untuk dikategorikan sebagai pandemi.

Saat ini ada 118 negara dan wilayah yang melaporkan kasus virus korona dengan jumlah korban terinfeksi menembus 124.518 orang. Sementara korban meninggal nyaris menyentuh angka 4.607 orang dengan kasus kematian terbanyak berada di China. Jumlah kasus di luar China bahkan meningkat 13 kali lipat dalam 2 pekan terakhir.

Tedros menegaskan virus corona bisa dapat dicegah dan dikurangi, tapi dengan peran serta negara-negara. Dia mendesak banyak Negara untuk mengambil tindakan guna mencegah penyakit dampak dari corona saat ini juga.

“WHO dalam respons penuh sejak kami diberitahu kasus pertama. Kami setiap hari meminta negara-negara untuk mengambil tindakan mendesak dan agresif. Kami telah membunyikan alarm dengan keras dan jelas,” tuturnya.

Mengenal Pandemi

Berdasarkan keterangan WHO, pandemi merupakan wabah penyakit yang menyebar di wilayah yang luas, benua, bahkan merata di seluruh dunia. Pandemi terjadi jika telah memenuhi tiga syarat, yakni:

  1. Munculnya penyakit baru di kalangan warga
  2. Menginfeksi manusia, menyebabkan penyakit berbahaya
  3. Penyakit dapat menyebar dengan mudah dan berkelanjutan di antara manusia.

Sebelum Covid-19, WHO juga pernah mengategorikan pandemi dalam kasus flu babi atau H1N1 pada 2009.

Sementara epidemi merupakan penyakit yang timbul sebagai kasus baru di suatu populasi tertentu dan dalam suatu periode tertentu. Epidemi juga disebut sebagai wabah penyakit yang penyebarannya berlangsung lebih cepat dari prediksi.

Contoh kasus epidemi adalah sindrom pernapasan akut atau SARS yang terjadi pada 2002-2003, sebagian besar terjadi di China daratan dan Hong Kong. (afp/And)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2