Waspada
Waspada » Washington Bak Medan Perang, Ekstrimis Ingin Gulingkan Pemerintah
Headlines Internasional

Washington Bak Medan Perang, Ekstrimis Ingin Gulingkan Pemerintah

Pasukan Garda Nasional bersenjata lengkap menjaga Gedung Capitol Hill pada Minggu (17/1/2021) waktu setempat. Reuters

WASHINGTON, AS (Waspada): Pada Minggu (17/1/2021) waktu Amerika Serikat, atau Senin WIB, sebanyak 25.000 pasukan Garda Nasional dikerahkan di Washington DC untuk menjaga objek-objek vital jelang pelantikan presiden terpilih Joe Biden pada 20 Januari mendatang.

Penjagaan ketat juga dilakukan di kota-kota lainnya sebagai persiapan menghadapi potensi gelombang protes oleh para pendukung Presiden Donald Trump.

Pendukung Trump percaya telah terjadi kecurangan dalam pemilihan presiden November tahun lalu, meskipun tidak ada bukti kuat untuk membuktikan tuduhan mereka di puluhan pengadilan yang menyidangkan kasus tentang masalah tersebut. Mereka percaya bahwa Trump memenangkan pemilihan tersebut.

Di Negara bagian Texas, Oregon, Michigan, Ohio dan tempat lain,. sejumlah kecil kelompok pengunjuk rasa bersenjata berkumpul di gedung-gedung DPRD.

Sekitar 25 orang anggota gerakan Boogaloo Bois termasuk di antara pengunjuk rasa bersenjata yang berkumpul di Gedung DPRD di Columbus, Ohio.

“Saya di sini bukan untuk melakukan kekerasan dan saya berharap tidak ada yang menunjukkan kekerasan,” kata seorang pengunjuk rasa kepada kantor berita Reuters.

Tetapi orang-orang itu mengatakan mereka berada di sana untuk unjuk rasa terkait hak kepemilikan senjata yang sudah direncanakan sejak lama.

Barikade dipasang di jalanan kota Washington jelang pelantikan Joe Biden. Reuters

Perang Saudara II

Surat kabar The New York Times melaporkan bahwa gerakan ekstremis Boogaloo Bois adalah bagian dari kelompok yang berharap perang saudara kedua akan mengarah pada penggulingan pemerintah AS.

Biro Investigasi Federal AS (FBI) telah memperingatkan soal potensi pengunjuk rasa bersenjata, merujuk aksi yang dilakukan ekstremis sayap kanan pada peristiwa penyerbuan Gedung Capitol Hill.

Pejabat keamanan menyebut gerakan anti-pemerintah, khususnya Boogaloo Bois, sebagai salah satu kelompok yang telah membuat rencana untuk mengadakan demonstrasi di semua 50 negara bagian.

Masih belum dapat dipastikan apakah dengan peningkatan penjagaan ini dapat membuat para pengunjuk rasa mengurungkan niatnya.

Pihak berwenang pada Minggu (17/01) menangkap seorang pejabat terpilih dari New Mexico, Cuoy Griffin, yang telah bersumpah untuk melakukan perjalanan ke Washington dengan membawa senjata api untuk memprotes pelantikan Biden, menurut Departemen Kehakiman AS.

Anggota kelompok Boogaloo Bois berdemo di gedung DPRD Michigan, Minggu, sembari mengenakan perlengkapan perang dan senapan. Reuters

Senjata api laku keras

Sementara itu, toko senjata api di seantero AS kebanjiran pesanan jelang pelantikan Biden. Dilansir New Zealand Herald, Senin (18/1/2021) seorang pemilik toko senjata di Texas mengatakan kepada media lokal bahwa dia tengah berusaha merekrut staf tambahan untuk memenuhi lonjakan permintaan. Pemilik toko memperkirakan situasi ini dapat berlanjut hingga 24 bulan ke depan.

Penjual senjata, Stephen Gutowski memposting gambar tanda di luar toko lokalnya di Virginia yang menunjukkan “tidak ada amunisi yang tersedia”. Sementara itu dilaporkan pada pameran senjata di Iowa adanya peningkatan penjualan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Pada dasarnya kami telah menjual sekitar 50 persen dari senjata yang kami miliki,” ujar juru bicara dari salah satu vendor di pameran tersebut.

Dia mengatakan bahwa biasanya mereka menjual 13 senjata api di pameran seperti itu. Namun, hanya dalam beberapa jam pameran yang digelar pada Sabtu (16/1) setempat, mereka sudah menjual hampir 75 senjata api. (ap/reuters/m11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2