Waspada
Waspada » Warga Palestina Dan Pasukan Israel Bentrok, 4 Orang Ditembak
Internasional

Warga Palestina Dan Pasukan Israel Bentrok, 4 Orang Ditembak

Jenazah Ali Abu Aliya dibawa menuju pemakaman setelah remaja itu tewas akibat tembakan yang dilepaskan pasukan Israel. AP

RAMALLAH, Palestina (Waspada): Pasukan Israel dan warga Palestina pada Senin (7/12/2020) pagi waktu setempat bentrok. Dilaporkan, enam tentara Israel dilaporkan, sementara empat warga Palestina ditembak dalam kerusuhan yang berlangsung di penampungan pengungsi di Yerusalem itu.

Kerusuhan sebelumnya juga terjadi pada Sabtu di pemakaman seorang anak berusia 13 tahun yang tewas oleh tembakan Israel di Tepi Barat yang diduduki.

Ratusan pelayat berkumpul dan membawa tubuh remaja bernama Ali Abu Aliya, yang dibungkus bendera Palestina melalui jalan-jalan di Ramallah dan desa Almugayer, tempat pemuda itu diserang pada Jumat (4/12/2020).

Kementerian kesehatan setempat menyebutkan anak laki-laki itu ditembak saat bentrokan yang terjadi antara warga Palestina yang melempar batu dengan tentara Israel di desanya.

Pasukan Israel menyerang untuk menanggapi protes yang dilakukan oleh penduduk setempat terhadap pos pemukiman baru di daerah desa Almugayer. Remaja itu dilarikan ke rumah sakit setempat setelah tertembak di perutnya. Namun ia tak dapat diselamatkan lagi.

Di pemakaman, puluhan orang melemparkan batu ke arah pasukan Israel dan membakar ban. Tentara Israel menanggapinya dengan gas air mata.

Pada Jumat malam, utusan politik PBB di wilayah itu mengatakan dia “terkejut” dengan pembunuhan remaja Palestina itu.

Menurutnya, Israel harus dengan cepat dan independen “menyelidiki insiden yang mengejutkan dan tidak dapat diterima ini,” tulis Nikolay Mladenov, Koordinator Khusus untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, di Twitter.

Kementerian luar negeri Palestina serta faksi Palestina menganggap insiden itu sebagai ” kejahatan perang”, menambahkan bahwa Israel harus bertanggung jawab.

Sementara itu, militer Israel, mengomentari kematian tersebut, mengatakan “puluhan perusuh” melemparkan batu ke arah personel Israel dan polisi perbatasan, yang menanggapi dengan “cara pembubaran kerusuhan.” Mereka  membantah bahwa pasukannya menggunakan amunisi untuk membubarkan massa dari warga Palestina.

Unicef, badan PBB yang menangani masalah anak-anak, mengutuk pembunuhan Ali Abu Aliya itu.

“Unicef mendesak otoritas Israel untuk sepenuhnya menghormati, melindungi, dan memenuhi hak-hak semua anak dan menahan diri untuk tidak menggunakan kekerasan terhadap anak, sesuai dengan hukum internasional,” kata Ted Chaiban, direktur regional Unicef untuk Timur Tengah dan Afrika Utara.

Konfrontasi antara pemuda Palestina dan pasukan Israel yang memasuki wilayah yang dikuasai Palestina di Tepi Barat yang diduduki adalah hal biasa. Militer sering menyerang kota-kota Palestina untuk menangkap orang-orang yang dicurigai sedang merencanakan atau mengambil bagian dalam kekerasan.

Komunitas Palestina secara teratur menjadikan Jumat sebagai waktu untuk memprotes kebijakan perampasan tanah Israel dan blokade jalan. Human Rights Watch dan Amnesty International mengutuk tanggapan Israel atas demonstrasi semacam itu, yang seringkali mengakibatkan korban jiwa.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan mencatat meskipun protes warga Palestina semakin jarang terjadi pada tahun ini karena virus corona, setidaknya 28 warga Palestina termasuk tujuh anak, telah tewas. (the guardian/m11)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2