VTP Singapura Sempat Tumbang Akibat Lonjakan Turis

  • Bagikan

     SINGAPURA (Waspada): Portal aplikasi Vaccinated Travel Passes (VTP) Singapura pada Senin (22/11/2021) sempat mengalami gangguan sementara selama beberapa jam setelah layanan itu dibuka bagi turis asal Indonesia dan Malaysia.

     Wisatawan jangka panjang dan jangka pendek pemegang izin skema Vaccinated Travel Lane (VTL) asal Indonesia dan Malaysia berbondong-bondong melakukan perjalanan memasuki Negeri Singa melalui jalur khusus yang baru diresmikan tersebut.

     VTL merupakan jalur masuk ke Singapura yang dibuka mulai 29 November lalu.  Singapura juga akan membuka jalur tersebut kepada sejumlah negara, seperti Finlandia dan Swedia. Kendati demikian, terdapat beberapa syarat yang ditetapkan oleh Pemerintah Singapura.

     “Ketika portal aplikasi tersebut dibuka bagi para pelancong dari Malaysia dan Indonesia pada pukul 10 pagi, ada semacam lonjakan pengguna aplikasi yang mengakibatkan gangguan pada system,” ujar juru bicara Otoritas Pos dan Imigrasi (ICA) Singapura, dilansir The Star, Selasa (23/11/2021).

     Mneurut keterangan ICA kepada wartawan, ada lonjakan mendadak dari 35.000 pengguna yang berusaha login ketika aplikasi itu resmi dibuka. “ICA telah menambah kapasitas aplikasi itu sebagai bentuk antisipasi, tetapi ada kesalahan dalam konfigurasinya,” lanjut ICA.

     Namun demikian, menurut ICA, situs aplikasi itu kembali normal pada pukul 15.00. “Kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya dan mengucapkan terima kasih kepada para pengguna atas pengertiannya.”

     VTL merupakan jalur khusus wisata yang disediakan suatu negara kepada negara lainnya. Turis yang berhak masuk ke negara tujuan tersebut pun mesti memenuhi kriteria tertentu, salah satunya telah menerima vaksinasi Covid-19 dosis penuh.

     VTP merupakan syarat masuk terpenting bagi turis yang akan berwisata ke Singapura. Turis wisata asal Indonesia bisa mulai mengajukan VTP ke Singapura mulai 22 November.

     Saat mengajukan VTP Singapore, pastikan Anda telah memenuhi persyaratan utamanya seperti telah tervaksinasi penuh, dibuktikan dengan sertifikat vaksinasi berbahasa Inggris dan berkode QR di PeduliLindungi.

     Adapun VTP ke Singapura tersebut harus diajukan antara 7-60 hari sebelum tanggal keberangkatan ke Singapura dan masa berlaku VTP adalah 6 hari kalender dari tanggal masuk ke Singapura.

     Terdapat sejumlah syarat yang perlu dipenuhi turis VTL Indonesia ke Singapura, yaitu:

  • Mengajukan VTP
  • Telah tervaksinasi COVID-19 secara penuh (minimal 14 hari setelah dosis ke-2), dibuktikan dengan sertifikat vaksinasi berbahasa Inggris dan berkode QR sah terintegrasi sistem PeduliLindungi. Hingga kini, jenis vaksin yang digunakan di Indonesia diakui untuk syarat VTL Singapura, meliputi Sinovac, Sinopharm, Astrazeneca, Pfizer, Moderna, dan Janssen.
  • Turis VTL Indonesia harus berangkat ke Singapura dengan menggunakan maskapai yang menyediakan penerbangan khusus VTL.
  • Turis tidak memiliki histori perjalanan ke negara non-VTL dalam kurun waktu 14 hari sebelum keberangkatan ke Singapura.
  • Menunjukkan hasil tes rapid antigen atau PCR dengan sampel maksimal 2×24 jam sebelum penerbangan ke Singapura. Hasil tes itu harus berbahasa Inggris dan memuat nama turis, nomor paspor, hasil negatif COVID-19, tanggal dan jam pengambilan sampel, serta nama jelas institusi lab pengambilan sampel tersebut. Anda bisa melihat referensi lab yang diakui di laman ini.
  • Melakukan tes PCR setiba di Bandara Changi Singapura. Anda diwajibkan pesan terlebih dulu tes PCR saat kedatangan (on-arrival PCR test) tersebut di laman ini.
  • Menunjukkan bukti kepemilikan asuransi kesehatan dengan cakupan biaya perawatan dan biaya rumah sakit COVID-19 di Singapura, minimal coverage sebesar 30.000 dollar Singapura.
  • Mengunduh aplikasi TraceTogether dan selalu mengaktifkannya saat berada di Singapura. (bs/m11)
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *