Waspada
Waspada » Usaha Kudeta AS Di Venezuela Ketahuan Dan Gagal
Internasional

Usaha Kudeta AS Di Venezuela Ketahuan Dan Gagal

Dalam gambar yang diambil dari tangkapan layer ini memperlihatkan tantara Venezuela menahan beberapa tantara bayaran AS yang berusaha melakukan kudeta atas Presiden Nicolas Maduro. WLOX

CARACAS, Venezuela (Waspada): Venezuela menahan 2 warga Amerika Serikat (AS) atas dugaan keterlibatan dalam percobaan kudeta yang gagal di pemerintahan Venezuela. Penangkapan itu disebutkan oleh Jordan Goudreau, seorang mantan tentara AS di balik operasi kudeta tersebut.

Dilansir dari Sky News Kamis (7/5/2020), Goudreau yang berbasis di Florida dan eks pasukan Baret Hijau mengatakan, kedua orang yang ditangkap itu adalah Luke Denman dan Aaron Berry. Mereka bagian dari Operasi Gideon yang bertujuan “membebaskan Venezuela” dengan menangkap Presiden Nicolas Maduro.

Televisi pemerintah Venezuela menyiarkan video pengakuan pelaku yang merupakan tantara bayaran asal AS, yang gagal melakukan kudeta.

Denman mengakui perencanaan untuk menggulingkan kekuasaan Presiden Nicolas Maduro dan membawanya ke AS. Denman merupakan salah satu dari 13 pelaku yang ditahan akhir pekan lalu.

Venezuela mengatakan, mereka adalah tentara bayaran yang serangan bersenjatanya berhasil digagalkan. Maduro telah berulang kali menuduh Presiden AS Donald Trump coba menyerang Venezuela dan berusaha menggulingkannya. Namun sebagaimana diberitakan BBC Kamis (7/5/2020), awal pekan ini Trump membantah keterlibatan AS dalam kudeta Venezuela tersebut

Kemudian Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan, pemerintah akan menggunakan “segala cara” untuk membebaskan 2 warganya dan membawanya kembali ke Amerika Serikat.

“Jika rezim Maduro memutuskan untuk menahan mereka, kami akan menggunakan segala cara yang kami miliki untuk membebaskannya,” kata Pompeo dikutip dari AFP. Ia juga mengulang bantahan Presiden Donald Trump atas keterlibatan AS, dengan berujar “Jika kami terlibat, itu akan berbeda.”

Presiden Nicolas Maduro telah berusaha dilengserkan AS dari kursi kepemimpinannya selama lebih dari setahun terakhir. Pada Senin (4/5/2020), ia menunjukkan paspor 2 warga Amerika yang ditangkap itu, yang ia ungkap telah ditahan karena berupaya menjatuhkan kekuasaannya.

Tidak diketahui secara pasti di mana kedua orang itu ditahan. Sebanyak 8 orang tewas dalam operasi itu. Maduro menuding upaya kudeta ini ada kaitannya dengan Juan Guaido, pemimpin oposisi yang dianggap sebagai presiden interim Venezuela oleh AS dan sekitar 60 negara lainnya.

Para pejabat Venezuela mengatakan, Guaido memiliki kontrak senilai US$212 juta (Rp3,2 triliun) dengan sebuah perusahaan keamanan berbasis di Florida, yang didirikan oleh Jordan Goudreau. (bbc/afp/m11)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2