UNESCO Lindungi Situs Sejarah Yerusalem Timur Dari Israel - Waspada

UNESCO Lindungi Situs Sejarah Yerusalem Timur Dari Israel

  • Bagikan
Badan PBB Organisasi Pendidikan Keilmuan dan Kebudayaan (UNESCO) mengadopsi dua resolusi baru pro-Palestina yang menegaskan status Yerusalem Timur sebagai kota pendudukan dan menyerukan kepada Israel agar segera menghentikan tindakan ilegal mereka di kota suci Yerusalem. The Times

     RAMALLAH, Palestina (Waspada): Badan PBB Organisasi Pendidikan Keilmuan dan Kebudayaan (UNESCO) mengadopsi dua resolusi baru yang pro-Palestina. Resolusi ini disampaikan dalam sidang dewan eksekutif ke-212 di Paris, Prancis pada Rabu lalu.

     Kementerian Luar Negeri Palestina menegaskan resolusi mengenai pendudukan wilayah Palestina oleh Israel serta tentang lembaga kebudayaan dan pendidikan disetujui dengan suara bulat oleh semua anggota dewan eksekutif UNESCO.

     Resolusi itu menegaskan status Yerusalem Timur sebagai kota pendudukan dan menyerukan kepada Israel agar segera menghentikan tindakan ilegal mereka di kota suci Yerusalem.

     Selanjutnya Kemlu Palestina meminta komunitas internasional dan UNESCO untuk menekan Israel agar menghentikan aksi ilegal dan upaya untuk merusak secara sengaja warisan kebudayaan Palestina.

     Mereka juga mendesak komunitas internasional agar mengambil langkah konkret guna memastikan implementasi resolusi UNESCO yakni mengenai pendudukan Palestina, lembaga pendidikan dan kebudayaan di wilayah pendudukan Arab, serta terkait dengan Al Haram Al Sharif, Kota Tua Yerusalem, Masjid Ibrahim, dan kota tua Hebron.

     Masyarakat internasional didesak untuk menuntut Israel agar menghentikan penggalian ilegal di Yerusalem.

     Israel secara resmi keluar dari UNESCO pada 1 Januari 2019. Penarikan itu sebagai bentuk protes setelah Negeri Yahudi menuduh UNESCO pro-Palestina. Bersama Israel, Amerika Serikat juga menarik diri dari badan PBB tersebut yakni di masa pemerintahan Donald Trump.

     “UNESCO adalah badan yang terus menulis ulang sejarah, antara lain, dengan upaya untuk menghapus koneksi Yahudi ke Yerusalem,” kata Dubes Israel untuk PBB Danny Danon, saat itu. 

     Mundurnya AS dan Israel dari UNESCO dianggap tidak memberi dampak besar secara keuangan karena badan itu sudah menghadapi pemangkasan anggaran besar-besaran sejak 2011.

     Ketika itu AS dan Israel sama-sama berhenti membayar iuran setelah Palestina dinyatakan sebagai anggota penuh PBB. Sejak saat itu, AS yang sebelumnya menyumbangkan sekitar 22 persen dari total anggaran UNESCO, menunggak iuran 600 ribu dolar untuk UNESCO. Ini juga menjadi salah satu alasan keputusan Trump untuk menarik AS dari UNESCO, sementara Israel berutang sekitar 3 juta dolar.  (gulf news/m11)

  • Bagikan