Waspada
Waspada » Turki Konfirmasi Kematian Pertama Terkait Corona
Internasional

Turki Konfirmasi Kematian Pertama Terkait Corona

Petugas kebersihan menyemprotkan disinfekstan di dalam sebuah masjid di Turki. MEE

ISTANBUL, Turki (Waspada): Turki pada Selasa (18/3/2020) waktu setempat mengonfirmasi kematian pertama akibat virus corona. Kini jumlah kasus corona di negara itu naik menjadi 98.

“Hari ini, saya kehilangan pasien pertama saya dalam perang melawan coronavirus,” kata Menteri Kesehatan Fahrettin Koca, dalam konferensi pers yang disiarkan televisi, seperti dikutip AFP, Rabu (18/3/2020).

Dia menyebut, korban adalah seorang pria berusia 89 tahun yang tertular virus dari seorang karyawan yang memiliki koneksi ke China. Koca juga mengatakan jumlah kasus meningkat dari 47 menjadi 98. “Sebagian besar dari mereka yang dites positif mulai pulih,” kata Koca.

Turki mengumumkan serangkaian langkah pencegahan dalam upaya menahan penyebaran korona, termasuk pembatasan perjalanan di 20 negara dan penutupan sekolah dan kampus.

Pihak berwenang pada Senin menangguhkan salat di masjid sampai pemberitahuan lebih lanjut dan memerintahkan penutupan ruang publik, termasuk bioskop.

Anggap Enteng Corona

Di lain kesempatan, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan Eropa telah meremehkan virus corona. Kepada surat kabar Jerman, Bild, Ursula von der Leyen menyebut langkah-langkah melawan corona harus segera diambil.

“Saya pikir kita semua, yang bukan ahli, awalnya meremehkan virus korona. Tetapi sementara itu juga menjadi jelas bahwa ini adalah virus yang akan membuat kita sibuk untuk waktu yang lama,” kata dia, seperti dilaporkan kantor berita Turki, Anadolu Agency, Rabu (18/3/2020).

Dia menyebut, penting menghormati deklarasi jam malam yang sudah diberlakukan oleh beberapa anggota negara Uni Eropa. Presiden Prancis Emmanual Macron juga sebelumnya mengatakan melawan virus corona sebagai perang.

“Tetapi saya pribadi tidak akan menggunakan kata itu, tetapi saya memahami motivasi presiden Prancis. Karena virus korona adalah lawan yang luar biasa. Kami tidak melihatnya, tidak memiliki warna, tidak terasa. Namun, kami melihat bahwa itu menyebar dengan kecepatan tinggi,” kata von der Leyen. (afp/anadolu/And)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2