Waspada
Waspada » Turki Karantina Jamaah Umrah
Internasional

Turki Karantina Jamaah Umrah

Jamaah umrah Turki yang dikarantina sepulang dari Arab Saudi. Al Arabiya

ANKARA, Turki (Waspada): Pemerintah Turki mengarantina ribuan jamaah umroh yang baru kembali dari Arab Saudi guna mencegah penyebaran wabah virus corona.

Seperti dilansir AFP, Senin (16/3/2020), total jumlah kasus virus corona di Turki bertambah menjadi 18 kasus, setelah ada laporan 12 kasus baru. Menteri Kesehatan Turki Farettin Koca menyebut kasus baru itu terdiri atas beberapa kasus impor, yakni tujuh kasus dari Eropa dan tiga kasus dari Amerika Serikat (AS).

Koca mengumumkan bahwa langkah karantina dilakukan setelah salah satu jamaah yang baru pulang umrah, dinyatakan positif corona pekan lalu. Disebutkan lebih lanjut bahwa karantina dilakukan di kamar asrama mahasiswa di Ankara dan Provinsi Konya.

“Seluruh penumpang yang baru kembali semalam (Sabtu, 14 Maret) ditempatkan di ruang-ruang terpisah untuk karantina,” sebut Koca dalam pernyataan via Twitter. “Orang-orang yang ditemukan mencurigakan langsung dibawa ke rumah sakit begitu tiba dan diperiksa,” imbuhnya.

Secara terpisah, Menteri Pemuda dan Olahraga Turki Mehmet Kasapoglu menyebut, ada sekitar 10 ribu jamaah yang baru kembali dari Saudi pada Sabtu (14/3) malam waktu setempat. Tayangan televisi Turki menunjukkan para jamaah yang baru tiba di Ankara memakai masker saat masuk ke bus-bus untuk dibawa ke asrama-asrama yang akan menjadi tempat karantina mereka.

Diketahui bahwa Saudi telah menghentikan sementara ibadah umrah di tengah kekhawatiran merebaknya wabah Covid-19. Otoritas Urusan Keagamaan Turki Diyanet menyatakan, layanan ibadah umrah dihentikan sejak 27 Februari lalu.

Fahrettin Altun, selaku penasihat pers senior untuk Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, menyatakan bahwa pemerintah Turki mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk menghadapi ‘tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya’.

“Jumlah kasus di Turki sangat disayangkan telah bertambah ke 18 kasus,” sebut Altun. “Kita memberlakukan protokol pemantauan tegas di perbatasan darat dan laut, sebagai tambahan dari langkah-langkah tegas yang telah diberlakukan di bandara-bandara,” imbuhnya.

Diketahui bahwa otoritas Turki telah memberlakukan larangan perjalanan terhadap 15 negara, termasuk Prancis, Italia dan Jerman. Kementerian Dalam Negeri Turki juga mengumumkan penutupan sementara kelab malam, bar, dan diskotek mulai Senin (16/3) waktu setempat.

Tidak hanya itu, otoritas Turki juga memerintahkan diliburkannya sekolah-sekolah selama dua pekan, mulai dari Senin (16/3) waktu setempat. Untuk universitas, perintah libur diberlakukan selama tiga pekan.

Kemudian para pegawai negeri dilarang bepergian ke luar negeri. Acara-acara olahraga diperintahkan untuk digelar tanpa penonton hingga akhir April mendatang dan acara budaya juga seni ditunda pelaksanaannya. (afp/And)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2