Trump Tolak Bersaksi Di Sidang Pemakzulan Dirinya - Waspada

Trump Tolak Bersaksi Di Sidang Pemakzulan Dirinya

  • Bagikan

WASHINGTON, AS (Waspada): Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak untuk bersaksi dalam persidangan pemakzulannya setelah dipanggil oleh jaksa penuntut DPR untuk memberikan bukti. Trump menyebut proses tersebut tidak konstitusional.

Dilansir AFP, Jumat (5/2/2021), pengacara Trump mencemooh pengajuan surat pemanggilan Trump oleh jaksa penuntut DPR Jamie Raskin.

“Surat Anda hanya menegaskan apa yang diketahui semua orang: Anda tidak dapat membuktikan tuduhan Anda terhadap Trump,” kata pengacara Trump, Bruce Castor dan David Schoen, dalam jawaban surat tersebut.

Kedua pengacara tidak mengatakan apakah Trump akan bersaksi atau tidak, namun penasihat senior Trump, Jason Miller, mengatakan dengan tegas bahwa Trump tidak akan bersaksi.

“Presiden tidak akan bersaksi dalam proses yang tidak konstitusional,” kata Miller kepada AFP. Penolakan Trump ini terjadi tepat lima hari menjelang persidangan mantan pemimpin AS itu akan dibuka di Senat AS.

Dalam persidangan pemakzulan kedua ini, Trump dituduh menghasut para pendukungnya untuk melakukan serangan di gedung Capitol AS bulan lalu, dan memaksa penghentian proses pengesahan kemenangan Joe Biden dalam pemilihan presiden November 2020 lalu.

Jaksa penuntut DPR Jamie Raskin telah meminta Trump untuk bersaksi sekitar minggu depan, sebelum atau selama persidangan.

Dia mengatakan Trump tidak memiliki alasan untuk menghindar dan memperingatkan bahwa jika Trump menolak, itu akan dianggap mendukung bukti yang memberatkannya.

“Jika Anda menolak undangan ini, kami memiliki semua hak, termasuk hak untuk menetapkan di persidangan bahwa penolakan Anda untuk bersaksi mendukung kesimpulan yang sangat merugikan mengenai tindakan Anda pada 6 Januari 2021,” ujar Raskin

Jaksa penuntut telah mendakwa sekitar 180 orang dalam serangan di gedung Capitol, menurut penghitungan oleh Program Universitas George Washington tentang ekstremisme, dan ratusan orang lainnya sedang diselidiki.

Pembebasan Trump membutuhkan dukungan dua pertiga dari 100 senator, yang menjabat sebagai hakim dan juri dalam persidangan pemakzulan tersebut. Namun pekan lalu, 45 dari 50 senator Republik sepakat bahwa pemakzulan mantan presiden itu ‘tidak konstitusional’. (afp/m11)

  • Bagikan