Waspada
Waspada » Trump Terkejut Biden Tunjuk Kamala Harris Jadi Cawapres
Internasional

Trump Terkejut Biden Tunjuk Kamala Harris Jadi Cawapres

Donald Trump terkejut ketika tahu Joe Biden memilih Kamala Harris sebagai calon wakil presiden. Forbes

WASHINGTON, AS (Waspada): Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku terkejut ketika tahu saingannya di Pilpres, Joe Biden, memilih Kamala Harris sebagai calon wakil presiden. Trump menyebut Harris sebagai anggota Senat AS yang “paling mengerikan”.

Seperti dilansir AFP, Rabu (12/8/2020) Trump mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih bahwa Harris tidak membuatnya terkesan ketika dia bersaing untuk bursa capres Partai Demokrat dalam pemilihan pendahuluan. Nominasi itu akhirnya dimenangkan oleh Biden.

“Saya lebih terkejut dari apapun karena dia melakukannya dengan sangat buruk,” kata Trump, Selasa (11/8). Trump juga mengatakan bahwa selama sidang konfirmasi Senat 2018 dari Hakim Agung Brett Kavanaugh, Harris adalah “yang paling kejam, paling mengerikan, paling tidak sopan dari siapa pun di Senat AS.”

Joe Biden sudah resmi menunjuk senator Kamala Harris menjadi cawapresnya pada Pilpres. Biden memenuhi janjinya memilih cawapres dari kaum wanita.

“Saya mendapat kehormatan besar untuk mengumumkan bahwa saya telah memilih @KamalaHarris – petarung tak kenal takut dan salah satu pegawai negeri terbaik di negara itu – sebagai pasangan saya,” ujar Biden.

Kamala Harris memiliki pengalaman kerja yang mencakup anggota di Senat AS dan jaksa agung California, serta jaksa wilayah San Francisco. Wanita 55 tahun itu memiliki latar belakang yang beragam, ibunya dari India dan ayah dari Jamaika. Dia sempat berselisih dengan Biden dalam debat utama pertama Juni lalu.

Dukungan monumental bagi Harris datang pada awal Agustus ini. Pengacara keluarga George Floyd, laki-laki kulit hitam yang tewas di tangan polisi kulit putih di Minneapolis, Ben Crump, menulis artikel yang mendukung pencalonannya mendampingi Joe Biden pada November mendatang.

“Bagi saya kasus ini sederhana; dia telah menjadi agen perubahan di setiap level pemerintahan mulai dari lokal, negara bagian dan federal, selama 30 tahun,” tulis Crump dalam artikel mengenai wakil Joe Biden.

Profesor Sekolah Hukum University of San Francisco Lara Bazelon memuji Harris saat perempuan kulit hitam itu berperan sebagai jaksa penuntut umum dan jaksa agung California.

Ia mengatakan Harris telah ‘melakukan perubahan penting’ dalam hukum pidana. Ia berharap Harris dapat menjadi penasihat Biden dalam isu-isu tersebut.

“Dia memiliki dorongan yang bagus, keras dari kiri, saya sangat berharap ia dapat memanfaatkan momen itu dan menahan keinginan untuk bergerak ke arah moderat dan lebih aman,” kata Bazelon.

Selain karena advokasinya terhadap reformasi peradilan, keputusan Biden memilih Harris sebagai wakilnya juga karena perempuan 55 tahun itu memiliki hubungan yang cukup lama dengan keluarganya. Harris adalah teman dari putra Joe Biden yakin Beau Biden yang menjabat sebagai jaksa agung Delaware.

Sejak mengumumkan mendukung Biden pada Maret lalu, Harris menjadi pendukung tangguh politikus berusia 77 tahun itu. Ia juga penggalang dana yang efektif bagi Biden. (afp/m11)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2