Trump Sempat Ngotot Ingin Bunuh Presiden Syria - Waspada

Trump Sempat Ngotot Ingin Bunuh Presiden Syria

  • Bagikan

WASHINGTON, AS (Waspada): Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut harus dibujuk agar tak melancarkan pembunuhan terhadap Presiden Syria Bashar Al-Assad pada 2017.

Hal itu diungkapkan oleh mantan wakil penasihat keamanan nasional presiden, KT Macfarland, saat berbicara dengan BBC untuk film dokumenter tentang Trump, seperti dilansir Arab News, Selasa (16/2/2021).

Macfarland mengatakan Trump bersikeras bahwa dia akan “memusnahkan” Assad setelah melihat sejumlah gambar terkait serangan gas kimia sarin yang terjadi di Syria pada April 2017.

“Saya mengatakan kepada Trump, ‘Anda tidak bisa melakukan itu’ dan dia berkata ‘mengapa?’. Saya menjawab ‘itu adalah tindakan perang’,” kata Macfarland. Syria dan Rusia menyangkal bahwa rezim Assad terlibat dalam serangan yang menargetkan kelompok pemberontak dan warga sipil itu.

Namun, laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan “yakin bahwa Syria bertanggung jawab atas serangan gas sarin di Khan Sheikhoun” pada 4 April 2017.

Macfarland menuturkan Trump merespons insiden itu dengan meluncurkan serangan udara langsung ke Syria dengan menembakan sekitar 59 rudal jelajah ke pangkalan udara Shayrat, barat Syria. Pangkalan udara itu merupakan lokasi serangan kimia tersebut diluncurkan.

Sementara itu, Laporan Global Public Policy Institute 2019 yang berbasis di Berlin menjabarkan bukti-bukti yang memperlihatkan bahwa ada lebih dari 330 serangan kimia yang telah terjadi selama perang sipil di Syria meletus.

Laporan itu mengatakan 98 persen dari ratusan serangan zat beracun itu dilakukan rezim Assad. Sementara itu, dua persen sisanya dilakukan oleh kelompok teroris ISIS.

“Kami menduga jumlah serangan zat kimia sebenarnya mungkin masih jauh lebih tinggi,” bunyi kutipan laporan itu. (arab news/m11)

  • Bagikan