Waspada
Waspada » Trump Salah Sebut Masjid Al-Aqsa Menjadi Al-Aqua
Internasional

Trump Salah Sebut Masjid Al-Aqsa Menjadi Al-Aqua

Presiden AS Donald Trump. Politico

WASHINGTON, AS (Waspada): Presiden Amerika Serikat Donald Trump salah menyebut nama Masjid Al-Aqsa di Yerusalem saat mengumumkan proposal perdamaian Israel-Palestina gagasannya di Gedung Putih pada Selasa (28/1) waktu setempat.

Melalui video yang dirilis akun YouTube resmi Gedung Putih, Trump terdengar malah menyebut Masjid Al-Aqua bukannya Masjid Al-Aqsa saat menyampaikan pernyataan bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

“Israel akan bekerja sama dengan orang hebat yakni Raja Yordania untuk memastikan status quo Temple Mount (situs suci di Yerusalem) tetap terjaga dan memastikan seluruh umat Muslim yang ingin berkunjung secara damai dan beribadah di Masjid Al-Aqua bisa melakukannya,” kata Trump.

Meski keliru menyebutkan Masjid Al-Aqsa, pernyataan Trump itu tetap mendapat sorakan dan tepuk tangan dari Netanyahu dan pejabat lain.

Dalam kesempatan itu, Trump terus membangga-banggakan proposal perdamaian yang dianggap banyak orang berpihak terhadap Israel itu. Trump menyebut proposal perdamaian yang telah digodok sejak 2017 itu sebagai ‘Kesepakatan Abad Ini’. Menurut Trump gagasan perdamaian ini memberikan win-win solution terhadap Israel dan Palestina.

Dalam proposal Trump itu, AS menyatakan bahwa Yerusalem sepenuhnya akan menjadi ibu kota Israel. Sedangkan Palestina akan diberikan hak untuk mengelola Yerusalem Timur sebagai ibu kota jika kelak sudah berbentuk negara.

Selain itu, proposal Trump itu juga memberikan lampu hijau untuk mencaplok beberapa wilayah Tepi Barat yang selama ini bagian dari Palestina. Ia mengklaim Palestina akan menerima kesepakatan damai buatannya itu.

Rencana Trump itu disambut baik oleh Israel, namun ditolak dan dicerca habis-habisan oleh Palestina hingga memicu demonstrasi besar di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Dikutip dari New York Times, Kementerian Luar Negeri Yordania memperingatkan konsekuensi berbahaya dari langkah unilateral Israel seperti mencaplok sejumlah wilayah Palestina.

Di sisi lain, Arab Saudi mengapresiasi rencana Trump itu dan Uni Emirat Arab menganggap proposal damai buatan AS itu merupakan inisiatif serius untuk menyelesaikan banyak masalah di Timur Tengah selama bertahun-tahun. (afp/ap/And)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2