Waspada
Waspada » Trump Klaim Kematian Akibat Covid-19 AS Terendah Di Antara Negara-negara Lain
Internasional

Trump Klaim Kematian Akibat Covid-19 AS Terendah Di Antara Negara-negara Lain

Presiden AS Donald Trump nekat menyebut negaranya memiliki kematian tterendah akibat corona saat diwawancarai oleh Chris Wallace di Fox News Sunday. Fox News

WASHINGTON, AS (Waspada): Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuat pernyataan yang sangat berani dengan menyatakan negaranya memiliki tingkat kematian oleh Covid-19 terendah dibandingkan negara-negara lain di dunia.

“Saya dengar kita salah satu yang terendah, mungkin paling rendah, dari tingkat kematian di dunia (karena pandemi Covid-19),” ujar Trump dalam wawancara dengan Chris Wallace di Fox News Sunday.

Trump kemudian meminta angka kematian yang ia maksud kepada Sekretaris Pers Gedung Putih, Kayleigh McEnany, yang tidak berada di depan kamera.

“Tolong, apakah Anda memiliki angkanya? Saya dengar kita memiliki tingkat kematian terbaik,” ujar presiden dari Partai Republik ini kepada McEnany, seperti yang dilansir dari CNN Selasa (21/7/2020).

Setelah McEnany memberikan data angka kematian itu, Trump lalu menunjukkannya kepada Wallace dan berkata, “Tingkat kematian terendah.” Trump membalas Wallace yang menurutnya melaporkan “berita palsu”.

“Kamu bilang kami memiliki tingkat kematian terburuk di dunia (karena Covid-19), tapi, kami memiliki tingkat yang terbaik,” ungkapnya.

Menurut data Johns Hopkins University, AS sebenarnya adalah salah satu negara yang memiliki tingkat kematian tertinggi, dan lebih buruk dibandingkan beberapa negara yang paling parah terdampak Covid-19, seperti Brasil, Meksiko, dan Rusia.

AS berada di peringkat 8 dalam jumlah kematian karena Covid-19 per 100.000 orang. Posisi AS tersebut lebih rendah dibandingkan beberapa negara Eropa dan Chili. Namun, lebih tinggi dibandingkan dari negara Amerika Selatan dan Asia, yang terdampak parah terhadap Covid-19.

Sementara menurut Wallace, grafik data kematian dari kasus Covid-19 yang ditunjukkan Trump ada sedikit perbedaan dari yang digemor-gemborkannya.

Wallace mengatakan, data yang ditunjukkan Trump hanyalah jumlah kematian yang terkonfirmasi dibagi dengan jumlah kasus yang terkonfirmasi di suatu negara.

Perhitungan tersebut menurutnya bermasalah, karena sangat bergantung pada seberapa banyak pengujian yang dilakukan di suatu negara.

Sebuah negara yang secara konsisten menguji populasi umum akan memiliki tingkat kematian kasus yang sangat rendah, sedangkan negara yang menguji hanya orang sakit di rumah sakit akan memiliki tingkat kematian kasus yang sangat tinggi.

Jika berdasarkan perhitungan tersebut, menurut Johns Hopkins University, AS masih berada di peringkat ke-60 teratas sebagai negara dengan tingkat kematian tertinggi karena Covid-19, hampir sama dengan Brasil dan Peru, tapi lebih buruk dari banyak negara lainnya.

Sehingga, penyataan Trump yang sangat berani tentang tingkat kematian di AS karena Covid-19 adalah yang terbaik, tidaklah terbukti valid. Kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di AS sendiri telah menunjukkan angka sebanyak 3,7 juta dengan jumlah kematian sebanyak 140.000 orang.

Semua negara bagian AS telah berusaha untuk membuka kembali aktivitas normal, sementara Trump masih menolak kewajiban penggunaan masker, hingga saat wawancara dengan Fox News Sunday berlangsung.

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2