Waspada
Waspada » Trump Digugat Keponakan Atas Tuduhan Penipuan Warisan
Internasional

Trump Digugat Keponakan Atas Tuduhan Penipuan Warisan

Mary dan Donald Trump. Net

NEW YORK, AS (Waspada): Keponakan Donald Trump mengajukan gugatan hukum dengan tuduhan presiden Amerika Serikat itu dan 2 anggota keluarganya telah melakukan penipuan dan konspirasi.

Melansir BBC, Kamis (24/9/2020), Mary Trump adalah keponakan Donald Trump dari saudaranya, Fred Trump Jr. Wanita berusia 55 tahun ini merupakan psikolog, pengusaha, dan penulis.

Mary menuduh bahwa Donald Trump, saudara perempuannya, Maryanne Trump Barry, dan saudara laki-laki, Robert Trump, yang meninggal pada bulan Agustus lalu, telah menipu dirinya tentang sebuah warisan.

Mary, yang pada Juli merilis memoar tentang presiden Donald Trump, berusaha untuk mendapatkan kembali jutaan dollar AS yang dia klaim telah hilang. Baik Donald Trump maupun saudara-saudaranya tidak secara terbuka mengomentari masalah yang diajukan oleh Mary itu.

Buku memoar karya Mary yang berjudul, Too Much and Never Enough: How My Family Created the World’s Most Dangerous Man, menggambarkan sang presiden sebagai ‘narsisis’ yang kini mengancam kehidupan setiap warga Amerika.

Sementara ini, Gedung Putih menolak klaim yang dibuat dalam buku memoar tersebut. Keluarga Trump pernah mencoba memblokir peredaran buku itu, namun tidak berhasil.

Gugatan itu diajukan ke pengadilan New York pada Kamis (24/9/2020). Dikatakan dalam gugatan itu bahwa Donald Trump dan saudara-saudaranya harus diadili atas 8 tuduhan yang diajukan Mary, termasuk kesalahan perwalian dan penipuan, serta konspirasi sipil.

Gugatan tersebut mengatakan bahwa Mary, “mewarisi kepentingan minoritas yang berharga dalam bisnis keluarga” setelah kematian ayahnya Fred Trump Jr pada 1981.

“Donald, Maryanne, dan Robert berkomitmen untuk menjaga kepentinganya (Mary Trump) sebagai pemegang fidusia,” disebutkan dalam gugatan. “(Tapi) mereka berbohong. Alih-alih melindungi kepentingan Mary, mereka merancang dan melakukan skema kompleks untuk menyedot dana dari kepentingannya, menyembunyikan (penipuan) mereka, dan menipunya tentang nilai sebenarnya dari apa yang diwarisinya,” demikian isi dokumen pengadilan. (bbc/m11)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2