Trump Dianggap Tak Peduli Kematian George Floyd

  • Bagikan
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dituduh tak peduli pada kematian George Floyd dan lebih berpihak kepada polisi yang membunuhnya. AFP

WASHINGTON, AS (Waspada): Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dituduh tak peduli pada kematian George Floyd. Presiden dari Partai Republik itu juga dianggap justru melindungi polisi yang membunuh Floyd.

Seperti dilansir AFP, Rabu (10/6/2020) para politikus, aktivis hak-hak sipil, dan selebritas bergabung dalam berbagi kenangan tentang Floyd yang mereka sebut “raksasa lembut” setelah peti matinya yang berlapis emas dibawa ke tempat suci oleh enam pengusung bermasker, ketika barisan petugas polisi berdiri memberi hormat.

Pemimpin hak-hak sipil Al Sharpton dalam acara yang digelar pada Selasa (9/6) itu, menyampaikan pidato yang sengit, diselingi oleh chord yang dalam dari organ gereja, di mana ia menuduh Presiden Donald Trump menunjukkan ketidakpedulian atas kematian Floyd dan berbicara soal impunitas polisi.

“Kami memerangi kejahatan di tempat-tempat tinggi!” kata Sharpton. Dia bergemuruh ketika mengucapkan kalimat itu berulang-ulang sembari menuduh Trump “merencanakan cara Anda membalikkan cerita daripada bagaimana Anda bisa mencapai keadilan.”

“Anda duduk sekarang mencoba mencari tahu bagaimana Anda akan menghentikan protes, daripada bagaimana Anda akan menghentikan kebrutalan (polisi),” katanya.

Dia menagih: “Sinyal yang kami kirim adalah bahwa jika Anda berada di penegakan hukum, bahwa hukum itu tidak berlaku untuk Anda.” Dia menjelaskan bahwa insiden Floyd akan terus berulang ketika kesetaraan antara kulit hitam dan putih belum tercipta.

“Sampai kita tahu harga untuk kehidupan hitam sama dengan harga untuk kehidupan putih, kita akan terus kembali ke situasi ini berulang-ulang,” kata pengkhotbah itu di The Fountain of Praise Church di Houston selatan, Texas, di mana Floyd diistirahatkan.

Sebelumnya, muncul dorongan untuk membubarkan Kepolisian Minneapolis. Dorongan ini datang dari mayoritas anggota Dewan Kota Minneapolis, yang sembilan orang di antaranya turut menghadiri unjuk rasa memprotes kematian George Floyd.

Namun, Trump justru mengklaim bahwa 99 persen polisi di AS merupakan ‘orang-orang hebat’. Seperti dilansir CNN, Selasa (9/6/2020), penegasan itu disampaikan Trump dalam pertemuan meja bundar dengan anggota otoritas penegak hukum di Gedung Putih pada Senin (8/6) waktu setempat.

Dalam pertemuan itu, Trump memuji para pemimpin penegak hukum yang hadir. Dia juga memuji rendahnya angka kriminalitas di AS untuk tahun ini. Trump bahkan menyebutnya sebagai ‘tahun yang kuat untuk sedikit kejahatan’.

“Tidak akan ada pemangkasan anggaran, tidak akan ada perombakan polisi kita. Dan tidak akan ada pembubaran polisi kita, polisi kita telah membuat kita hidup dalam damai,” tegas Trump dalam pernyataannya. (afp/m11)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *