Trump Akan Keluarkan Perintah Eksekutif Reformasi Kepolisian

  • Bagikan
Presiden AS Donald Trump

WASHINGTON, AS (Waspada): Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin (15/6/2020) waktu setempat, mengatakan akan menandatangani perintah eksekutif untuk reformasi kepolisian.

“Tujuan keseluruhannya adalah kami menginginkan hukum dan ketertiban dan kami ingin itu dilakukan dengan adil, adil. Kami ingin itu dilakukan dengan aman,” jelasnya kepada wartawan di Gedung Putih, dilansir dari Xinhua, Selasa (16/6). “Ini soal hukum dan ketertiban, tetapi ini juga soal keadilan,” lanjutnya.

Langkah itu dilakukan di tengah seruan yang meningkat menyusul kematian George Floyd, seorang pria Afrika-Amerika berusia 46 tahun, dalam tahanan polisi di Minneapolis, Minnesota akhir bulan lalu, yang telah memicu unjuk rasa nasional melawan kebrutalan dan rasisme polisi.

Kemarahan semakin meningkat setelah seorang polisi kulit putih menembak dan membunuh Rayshard Brooks, seorang pria Afrika-Amerika berusia 27 tahun, di Atlanta, Georgia pekan lalu.

“Kepercayaan kami kepada kepolisian hancur dan satu-satunya cara untuk menyembuhkan luka ini adalah melalui keyakinan dan perubahan drastis kepolisian,” kata sepupu Brooks pada Senin.

Ditanyakan terkait kasus Brooks pada Senin sore, Trump menyebutnya ‘sangat mengganggu’. “Saya pikir itu adalah situasi yang mengerikan,” katanya. “Saya mencermatinya dengan seksama,” imbuhnya.

Kantor Penguji Medis Fulton County pada Minggu mengatakan, Brooks ditembak dua kali di bagian belakang dan meninggal karena kerusakan organ dan kehilangan darah akibat lukanya.

Garrett Rolfe, petugas yang menembak Brooks, dipecat. Perwira kedua, Devin Brosnan, dimutasi ke bagian administrasi. Kepala Kepolisian Atlanta, Erika Shields mengundurkan diri karena penembakan itu.

Pengacara Distrik Fulton County, Paul Howard mengatakan kantornya berharap untuk mengumumkan keputusan tentang dakwaan pada pertengahan pekan depan.

Reformasi kepolisian Atlanta

Brooks meninggal setelah konfrontasi dengan petugas polisi yang menanggapi laporan dia tertidur di drive-thru sebuah restoran. Polisi mengatakan para petugas berusaha menahan Brooks setelah gagal dalam tes ketenangan, yang menyebabkan pergulatan kedua pihak.

Polisi mengklaim Brooks menyerang Taser seorang perwira dan melarikan diri dengannya. Tayangan video dari tempat parkir restoran menunjukkan Brooks berbalik dan menunjukkan pistol setrum ke arah petugas polisi sebelum ditembak. Ambulans membawa Brooks ke rumah sakit setempat, namun meninggal setelah menjalani operasi.

Penembakan itu memicu protes selama akhir pekan di Atlanta, dan restoran tempat penembakan itu terbakar. Wali Kota Atlanta, Keisha Lance Bottoms mengumumkan pada Senin, dia menandatangani serangkaian perintah administratif untuk mereformasi penggunaan kekuatan di dalam Departemen Kepolisian Atlanta.

Bottoms, berbicara kepada wartawan, mengatakan bahwa dia dan pemerintah kota akan terus melakukan apa yang perlu dilakukan untuk memastikan semua orang diperlakukan dengan bermartabat dan terhormat.

“Kami melihat yang terburuk terjadi pada Jumat malam menimpa Pak Brooks. Itu membuat saya marah dan membuat saya sedih,” ungkapnya. (Xinhua/m11)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *