Tragis! Perempuan Diperkosa Di KA, Penumpang Malah Sibuk Merekam - Waspada

Tragis! Perempuan Diperkosa Di KA, Penumpang Malah Sibuk Merekam

  • Bagikan
General Manager Otoritas Transportasi Pennsylvania Tenggara (SEPTA) Leslie Richards memberikan keterangan kepada wartawan terkait kasus perkosaan yang terjadi di dalam kereta komuter. AP

     PHILADELPHIA, AS (Waspada): Bukannya menolong, sejumlah penumpang dilaporkan sibuk merekam pemerkosaan terhadap seorang perempuan yang terjadi dalam kereta komuter di pinggiran kota Philadelphia, Amerika Serikat (AS)  

     Dikutip dari kantor berita Associated Press, Rabu (20/10/2021), Inspektur Timothy Bernhardt dari Departemen Kepolisian Upper Darby menuturkan bahwa polisi dipanggil ke stasiun 69th Street pada Rabu malam pekan lalu, setelah terjadi penyerangan seksual di dalam kereta yang melaju di jalur Market-Frankford Line.

     Seorang pegawai Otoritas Transportasi Pennsylvania Tenggara (SEPTA) yang ada sekitar kereta menghubungi polisi untuk melaporkan bahwa ‘ada yang tidak beres’ dengan seorang penumpang wanita di dalam kereta.

     “Pegawai SEPTA naik ke dalam kereta dan melihat penyerangan sedang berlangsung dan segera menghubungi 911. Hal itu segera direspons oleh Polisi Transit SEPTA, dan seorang polisi naik ke dalam kereta ketika kereta tiba di Pusat Transportasi 69th Street,” ucap juru bicara SEPTA, Andrew Busch.

     Personel Kepolisian SEPTA sendiri merupakan petugas khusus mengurusi sistem transit massal di Pennsylvania. Polisi tersebut kemudian menunggu di perhentian selanjutnya dan mendapati seorang wanita yang menjadi korban pemerkosaan.

     Polisi juga langsung menangkap seorang pria yang menjadi tersangka pemerkosaan. Sedangkan korban kemudian dilarikan ke rumah sakit. Bernhardt menyebut korban memberikan banyak informasi kepada polisi.

     Keseluruhan tindak penyerangan seksual itu terekam dalam video kamera keamanan di dalam kereta, yang juga menunjukkan adanya sejumlah orang lainnya di dalam kereta saat tindak pidana itu terjadi.

     Menurut Bernhardt, penumpang lain seharusnya dapat melakukan sesuatu ketika melihat kejadian tersebut, bukannya malah merekam dengan ponsel masing-masing.

     “Ada banyak orang, yang menurut pendapat saya, seharusnya melakukan intervensi; seseorang seharusnya melakukan sesuatu,” ucap Bernhardt dalam pernyataannya.

     “Ini berbicara soal di mana posisi kita dalam masyarakat; maksud saya, siapa yang akan membiarkan sesuatu seperti itu terjadi? Itu sangat meresahkan,” imbuhnya.

     Dalam pernyataannya, SEPTA menyebut kasus ini sebagai ‘tindak kriminal mengerikan’ dan mendorong siapa saja yang menyaksikan hal seperti itu untuk melaporkannya kepada pihak berwenang.

     Menurut dokumen pengadilan Delaware County, pelaku yang diidentifikasi sebagai Fiston Ngoy (35) yang oleh media-media AS disebut sebagai tunawisma.

     Dia telah dijerat dakwaan pemerkosaan, penyerangan tidak senonoh dan sejumlah dakwaan terkait lainnya. Pelaku disebut sudah dikenal oleh Kepolisian SEPTA maupun Kepolisian Upper Darby sebelumnya.

     Tersangka, menurut dokumen pengadilan itu, kini ditahan di Penjara Delaware County, dengan besaran jaminan ditetapkan 10 persen dari US$ 180 ribu. Tersangka dijadwalkan akan kembali disidang pada Senin (25/10) mendatang. (ap/m11)

  • Bagikan