Waspada
Waspada » Thaland Perluas Lockdown Akibat Rekor Infeksi Covid-19
Internasional

Thaland Perluas Lockdown Akibat Rekor Infeksi Covid-19

Petugas kesehatan membuka layanan rapid antigen di sebuah tempat umum di Bangkok, Thailand. Negeri Gajah Putih mengumumkan perluasan pembatasan virus corona atau lockdown di tiga provinsi lainnya akibat lonjakan kasus virus corona. Yahoo News

BANGKOK, Thailand (Waspada): Thailand mengumumkan perluasan pembatasan virus corona atau lockdown di tiga provinsi lainnya. Hal ini dilakukan usai negara tersebut melaporkan rekor kasus harian selama tiga hari berturut-turut.

Seperti dilansir Reuters, Minggu (18/7/2021) pembatasan corona di Thailand mencakup sejumlah hal, yakni terkait perjalanan, penutupan mal, dan jam malam mulai pukul 21.00 hingga 04.00. Pembatasan berlaku di provinsi Chonburi, Ayutthaya dan Chachoengsao mulai Selasa (20/7) mendatang.

“Pusat perbelanjaan akan ditutup dan jam malam dari pukul 9 malam hingga 4 pagi akan diberlakukan mulai Selasa (20/7) dan seterusnya di provinsi Chonburi, Ayutthaya dan Chachoengsao,” demikian isi pengumuman pemerintah.

Sebelumnya, Bangkok dan sembilan provinsi lainnya juga telah berada di bawah pembatasan sejak Senin (12/7) lalu. Pemerintah Thailand berencana untuk memberlakukan lebih banyak pembatasan pergerakan karena jumlah kasus yang melonjak, yang terus meningkat meskipun ada lockdown mikro di daerah berisiko tinggi.

Akibat lonjakan kasus COVID-19, Thailand juga telah memperluas kapasitas layanan kesehatan. Para pejabat kesehatan memperingatkan bahwa wabah yang lebih parah bisa berlanjut selama berbulan-bulan kedepan.

Pada Minggu (18/7/2021) Thailand melaporkan 11.397 kasus baru dan 101 kematian, sehingga total kumulatif menjadi 403.386 kasus dan 3.341 kematian. Sebagian besar lonjakan kasus diakibatkan oleh varian Alpha dan Delta yang sangat cepat menular.

Penularan varian baru Delta pertama kali dideteksi di klub, yang biasanya didatangi oleh para politisi elit Thailand, di pusat hiburan malam Bangkok. Peningkatan kasus penularan juga diperburuk dengan lambatnya program vaksinasi dan terbatasnya kemampuan testing. (reuters/m11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2