Waspada
Waspada » Terungkap, Tim Kampanye Trump Curangi Pilpres 2016
Internasional

Terungkap, Tim Kampanye Trump Curangi Pilpres 2016

WASHINGTON, AS (Waspada): Tim Kampanye Presiden Amerika Serikat Donald Trump dituding telah melakukan kecurangan dengan menghalangi jutaan warga kulit hitam yang hendak menggunakan hak pilih mereka dalam Pilpres 2016. Hal ini diungkap lewat laporan investigatif berdasarkan cache data.

Tudingan ini bermula dari investigasi oleh Channel 4 News. Media itu secara eksklusif memperoleh cache data yang sangat besar yang digunakan oleh kampanye presiden Donald Trump tahun 2016 pada hampir 200 juta pemilih AS.

Dari data itu, terungkap bahwa 3,5 juta orang kulit hitam AS dikategorikan oleh kampanye Donald Trump sebagai ‘Pencegahan’ – pemilih yang ingin tinggal di rumah pada hari pemilihan.

Di 16 negara bagian medan pertempuran utama, jutaan orang Amerika dipisahkan oleh algoritma menjadi salah satu dari delapan kategori, juga digambarkan sebagai ‘audiens’, sehingga mereka kemudian dapat ditargetkan dengan iklan yang disesuaikan di Facebook dan platform lain.

Analisis Channel 4 News menunjukkan bahwa orang kulit hitam Amerika – secara historis merupakan komunitas yang ditargetkan dengan taktik penekanan pemilih – secara tidak proporsional ditandai sebagai ‘Pencegahan’ oleh kampanye 2016. Secara total, 3,5 juta orang kulit hitam AS ditandai ‘Pencegahan’ atau dihalangi untuk memilih.

Di negara bagian Georgia, meskipun orang kulit hitam merupakan 32% dari populasi, mereka membentuk 61% yang masuk kategori ‘Pencegahan’. Di North Carolina, orang kulit hitam adalah 22% dari populasi tetapi 46% masuk ‘Pencegahan’.

Di Wisconsin, orang kulit hitam merupakan 5,4% dari populasi tetapi 17% masuk ‘Pencegahan’. Alhasil, Trump pun menang. Pengelompokan orang kulit hitam AS yang tidak proporsional untuk ‘Pencegahan’ terlihat di seluruh AS.

Secara keseluruhan, orang-orang dengan kulit hitam yang diberi label sebagai kelompok Hitam, Hispanik, Asia dan ‘Lainnya’ merupakan 54% dari kategori ‘Pencegahan’. Sebaliknya, kategori pemilih lain yang ingin ditarik kampanye sangat berkulit putih.

Untuk diketahui, pada tahun 2016 Donald Trump memenangi ajang Pilpres dan akhirnya bisa duduk di Gedung Putih. Trump meraih kemenangan mengejutkan di negara-negara bagian utama seperti Wisconsin dan Michigan dengan selisih tipis, dan mencapai Gedung Putih meskipun kalah dalam pemilihan umum dari Hillary Clinton. (afp/m11)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2