Waspada
Waspada » Tertimbun Bangunan 33 Jam, Pria 70 Tahun Di Turki Selamat
Internasional

Tertimbun Bangunan 33 Jam, Pria 70 Tahun Di Turki Selamat

Ahmet Citim berbicara dengan Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca usai diselamatkan dari reruntuhan bangunan. Citim terjebak di bawah reruntuhan selama 33 jam. AP

IZMIR, Turki (Waspada): Seorang pria berusia 70 tahun berhasil diselamatkan petugas setelah 33 jam tertimpa reruntuhan puing-puing akibat gempa di Turki. Pria itu bernama Ahmet Citim.

Dilansir Reuters, Senin (2/11/2020). Ahmet diselamatkan dari puing-puing bangunan di Turki barat pada Minggu pagi setelah terkubur di bawah puing-puing selama 33 jam. Ahmet berhasil diselamatkan dari puing-puing bangunan pemukiman ‘Riza Bey’, salah satu dari 20 tempat tinggal yang ambruk saat gempa.

Selain Ahmet, petugas juga berhasil menyelamatkan anak berusia 16 tahun bernama Inci Okan. Okan berhasil diselamatkan 17 jam sebelum petugas menyelamatkan Ahmet di lokasi yang sama.

Okan terperangkap di bawah reruntuhan gedung di lantai 8 gedung yang sama dengan Ahmet. Dia bersama anjingnya. Menteri Kesehatan Turki, Fahrettin Koca dan anggota Tim Penyelamat Medis Nasional (UMKE) Edanur Dogan mengunjungi Okan di rumah sakit tempat dia dirawat. Okan berterima kasih kepada petugas penyelamat.

“Saya sangat senang. Syukurlah Ayah saya tidak ada di rumah. Ayah saya tidak bisa muat di sana. Dia akan melukai kepalanya. Saya kecil dan pendek, jadi saya terjepit dan begitulah cara saya diselamatkan. Kami tinggal di rumah dengan anjingku. Kami berdua baik-baik saja,” kata Okan dari ranjang rumah sakitnya.

Okan berjanji akan memainkan biola untuk Dogan setelah keluar dari rumah sakit. Dia sangat senang karena telah diselamatkan. “Aku akan memainkan biola untukmu, aku janji,” tutur Okan ke Dogan.

Untuk diketahui, korban tewas akibat gempa Jumat (30/10) meningkat menjadi 51. Pihak berwenang Turki telah mengumumkan 49 kematian di kota pesisir Izmir, sementara dua remaja tewas di pulau Samos, Yunani.

Para pejabat mengatakan 20 bangunan hancur di distrik Bayrakli Izmir yang sedang dalam proses transformasi perkotaan. Bangunan itu hancur diduga karena kurangnya ketahanan gempa.

Turki dilintasi garis patahan dan rawan gempa bumi. Pada 1999, dua gempa kuat menewaskan 18.000 orang di Turki barat laut. Gempa bumi Jumat (30/10) lalu, menurut Kandilli Institute berkekuatan 6,9 skala Richter, berpusat di Laut Aegea, timur laut Samos. Presiden Tayyip Erdogan mengatakan 885 orang terluka. Sementara korban kritis ada 15 orang. (reuters/m11)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2