Waspada
Waspada » Terburuk Di Asia Tenggara, Malaysia Perpanjang Lockdown
Internasional

Terburuk Di Asia Tenggara, Malaysia Perpanjang Lockdown

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin pada Rabu (25/3/2020) mengumumkan perpanjangan lockdown hingga 14 April. SCMP

KUALA LUMPUR, Malaysia (Waspada): Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin pada Rabu (25/3/2020) mengumumkan perpanjangan masa lockdown hingga 14 April setelah mencatatkan kasus infeksi virus corona tertinggi di Asia Tenggara.

Dalam pernyataannya yang disiarkan di televisi, Muhyiddin mendesak warga agar tetap diam di rumah masing-masing. Sebab, kasus infeksi akibat virus corona di Malaysia mencapai 1.796 setelah muncul 172 kasus harian terbaru.

Muhyiddin menuturkan, dirinya sudah mendapat pemberitahuan dari Kementerian Kesehatan dan Dewan Keamanan Nasional tentang grafik ini. “Tentunya Anda tahu ini adalah hal baik bagi Anda, keluarga Anda, dan orang di sekitar Anda untuk mematuhi Aturan Pembatasan Gerakan,” kata dia.

PM yang dilantik pada 1 Maret itu mengaku tidak mudah untuk tetap berada di rumah selama masa lockdown. Tetapi, ujar dia, mereka tidak mempunyai pilihan lain karena tren-nya yang terus menaik sehingga mereka harus mengurangi penyebarannya secepat mungkin.

Muhyiddin mengatakan, sejauh ini aturan yang ditetapkan sudah mulai membelenggu rantai penyebaran Covid-19, penyakit yang disebabkan virus itu. “Namun kami tidak boleh terlalu gembira hingga kami bisa mengonfirmasi terdapat nol kasus dalam wabah ini,” tegas PM 72 tahun tersebut.

Dia menerangkan setelah mendapat keterangan dari Kementerian Kesehatan, terdapat prediksi bahwa kasus infeksi masih bisa meningkat. “Jadi seperti sudah dikatakan, saya memutuskan memperpanjang durasi, Saya minta maaf, Tapi ini demi kesehatan dan kesejahteraan Anda,” ujar dia.

Pemerintah Malaysia awalnya menetapkan masa karantina massal ini dari 18 hingga 31 Maret, sebelum memperpanjang sampai 14 April. Sebagai pengejawantahan dari peraturan tersebut, setiap warga Malaysia dilarang untuk keluar negeri. Adapun warga asing dilarang masuk.

Setiap rumah ibadah dan perkantoran diminta tutup, terkecuali supermarket, toko kelontong, atau toko yang menjual kebutuhan harian. Terkait kebutuhan harian, pengganti Mahathir Mohamad ini meminta masyarakat tidak sampai berbondong-bondong melakukan panic buying.

“Anda tidak perlu sampai menimbun makanan karena persediannya cukup. Saya bisa memastikan stok pangan cukup. Saya paham Anda terbebani, tapi saya tak punya pilihan lain,” jelas dia.

Sebagai bentuk ketegasan Kuala Lumpur, tentara pun dikerahkan dengan para pelanggar diancam denda hingga 1.000 ringgit, atau Rp3,7 juta, atau penjara enam bulan. Selain mencatatkan 1.796 kasus infeksi, tertinggi di Asia Tenggara, Malaysia juga melaporkan 16 korban meninggal karena virus corona. (scmp/cna/And)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2