Tanpa Ampun, Polisi India Pukuli Pelanggar Aturan Covid - Waspada

Tanpa Ampun, Polisi India Pukuli Pelanggar Aturan Covid

  • Bagikan
Polisi India tanpa segan memukuli warga yang melanggar aturan corona setelah tingkat penularan yang tinggi di negeri itu. Reuters

NEW DELHI, India (Waspada): Polisi India dilaporkan memukuli warga yang melanggar aturan pencegahan Covid-19, di tengah upaya meredam gelombang kedua yang mematikan.

Kabar ini terjadi setelah muncul kabar banyak jenazah ditemukan mengapung di Sungai Gangga, diduga dibuang oleh keluarga yang tak mampu membayar biaya kremasi. Karena itu kepolisian di Uttar Pradesh sampai meminta warga untuk tidak membuang mayat keluarganya di sungai.

Dilansir laman The Sun, Senin (17/5/2021), hujan lebat membuat banyak sekali jasad terdampar di tepi sungai, terbungkus kain oranye, kuning, dan merah, membuat spekulasi merebak mereka korban Covid-19.

Navneet Sehgal, juru bicara pemerintah Uttar Pradesh membantah kabar 1.000 jasad korban virus corona terdampar dalam dua pekan terakhir. “Saya bertaruh mayat-mayat ini tidak ada hubungannya dengan corona,” tegas Sehgal dilansir The Sun.

Sehgal berasumsi banyak keluarga yang tidak mengkremasi kerabatnya, dan memilih menguburkan mereka di tepi sungai. Ramesh Kumar Singh, anggota Bondhu Mahal Samiti yang membantu kremasi menyatakan, jumlah korban meninggal meningkat di area pedesaan.

Dia mengungkapkan banyak keluarga terpaksa menelantarkan mayat kerabatnya karena tak kuat dengan biaya pemakamannya. Berdsarkan laporan setempat, biaya untuk melakukan upacara pemakaman mencapai 15.000 rupee, atau Rp2,9 juta.

Dokter memperingatkan agar masyarakat tak mengonsumsi air sungai, yang ditakutkan sudah tercemar dengan jasad yang membusuk.

Sementara di Negara Bagian Assam, polisi menindak tegas dengan memukuli warga yang melanggar aturan lockdown. Sambil membawa pentungan, bahkan tongkat panjang, petugas mengejar penduduk yang kedapatan melanggar jam malam.

Pengetatan terjadi setelah dalam 15 hari terakhir, mereka melaporkan setidaknya 71.856 kasus infeksi corona. Pada Sabtu (15/5/2021), otoritas Assam melarang publik berada di jalanan mulai siang hingga pukul 05.00 keesokan harinya.

Dalam perintah yang ditandatangani Sekretaris Kepala Jshnu Baruah, aturan tersebut juga berlaku untuk mobil.

Pada Minggu, India mencatatkan hampir 24,7 juta kasus setelah dalam 24 jam terakhir, mereka menerima 311.170 kasus baru. Adapun kasus kematian karena Covid-19 mencapai 270.284, setelah sebelumnya korban meninggal harian mencapai 4.077 orang. (the sun/m11)

  • Bagikan