Waspada
Waspada » Tangkal Corona, ISIS: Rajin Cuci Tangan Dan Percaya Tuhan
Internasional

Tangkal Corona, ISIS: Rajin Cuci Tangan Dan Percaya Tuhan

Imbauan ISIS untuk tangkal corona. News18

BAGHDAD, Irak (Waspada): Kelompok teroris ISIS mengeluarkan panduan bagi para anggotanya untuk memerangi virus corona. Dalam daftar yang dirilis di buletin Al-Naba terbaru, ada empat saran yang dicantumkan di sana.

Seperti dilansir Times of India, Senin (16/3/2020), saran-saran itu adalah jauhi orang sakit, cuci tangan sebelum makan, hindari bepergian ke daerah yang terkena dampak. Tiga saran itu sama dengan saran-saran mendasar yang dikeluarkan para pemerintah di seluruh negara di dunia. Namun, ada satu saran lain yang berbeda.

Dalam buletin Al-Naba tertera saran berikutnya adalah “Percaya pada Tuhan dan berlindung padaNya”. Buletin tersebut juga menyebut bahwa “Wabah adalah siksaan yang dikirim oleh Tuhan kepada siapa pun yang Dia kehendaki. Penyakit tidak menyerang dengan sendirinya, tapi atas perintah Tuhan,” tulis buletin itu.

Sebelumnya, ISIS juga mengeluarkan larangan bagi anggotanya untuk bepergian ke Eropa, terkait wabah virus corona yang menyebar di Benua Biru. Dalam buletin itu, anggota ISIS diimbau agar tidak memasuki “daratan epidemi” untuk menghindari infeksi. “Daratan epidemi” merujuk ke Benua Eropa, wilayah dengan penyebaran virus corona terbesar selain China, Korea Selatan, dan Iran.

Eropa sendiri telah ditetapkan sebagai pusat penyebaran virus dengan nama resmi SARS-CoV-2 ini, oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Namun untuk para anggotanya yang sedang sakit dan tinggal di Eropa, diperintahkan tetap berada di sana.

“Mereka yang sehat dilarang memasuki daratan epidemi, dan yang terjangkit tidak boleh keluar dari sana,” demikian yang tertulis di buletin ISIS. Instruksi pun diberikan untuk menutup mulut dengan tangan saat menguap dan bersin, lalu mencuci tangan secara berkala.

Melalui buletinnya, ISIS mengibaratkan menghindari orang-orang yang terjangkit virus corona seperti lari dari kejaran singa. ISIS telah kehilangan banyak area kekuasaan di Timur Tengah setelah sejumlah kekalahan yang diderita, tetapi masih aktif di Irak dan Suriah dengan bentuk terfragmentasi.

Data dari Worldometers menunjukkan sampai Senin (16/3/2020) di Irak terdapat 124 kasus virus corona dengan 10 korban meninggal dunia, sedangkan 26 pasien sembuh. Sementara itu Suriah belum melaporkan satu pun kasus infeksi virus dengan nama resmi Covid-19 ini.

Namun, ada dugaan terdapat kasus tidak terdeteksi di Suriah, karena pemerintah hanya mengendalikan sebagian negara, dan sistem kesehatan mereka porak-poranda akibat perang. (times of india/And)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2