Waspada
Waspada » Sydney Dilanda Panic Buying, Tisu Toilet Paling Laris
Internasional

Sydney Dilanda Panic Buying, Tisu Toilet Paling Laris

Sederet rak tisu toilet yang kosong di sebuah supermarket di Kota Sydney, Australia. Waspada/H.P Said

Seorang warga Medan, Indonesia, melintas di deretan rak tisu toilet di sebuah supermarket di kota Sydney, Australia, Minggu (8/3/20). Namun, yang tempak hanya sederet rak kosong.

Ternyata tisu toilet ludes diborong warga yang melakukan panic buying di tengah maraknya wabah virus corona yang melanda Australia. Tisu tersebut menjadi barang yang paling banyak diborong.

Di tengah kepanikan ini, pihak supermarket sebenarnya telah membatasi pembelian. Setiap orang hanya mendapat jatah 4-6 roll tisu toilet sekali beli. Namun, hal ini justru memicu perkelahiran bagi beberapa orang yang panik dan berusaha menimbun barang.

Selain untuk konsumsi sendiri, ternyata tisu toilet dimanfaatkan oleh orang-orang tak bertanggung jawab untuk dijual kembali secara daring, salah satunya di situs e-Bay. Jika telah dijual di dunia maya, harganya dapat melonjak drastis, lima kali lipat di atas harga normal.

Minimnya stok tisu toilet di Sydney kerapkali menjadi pemicu keributan. Dua pekan lalu, seorang pria di kota itu terpaksa diamankan ke kantor polisi karena terlibat perkelahian memperebutkan tisu toilet.

Sementara pekan lalu, dua perempuan di Sydney juga terlibat perkelahian dengan kekerasan saat memperebutkan tisu toilet di swalayan. Polisi negara bagian New South Wales mengatakan, dua orang yang berusia 23 tahun dan 60 tahun itu telah mendapatkan pemberitahuan kehadiran pengadilan untuk perselisihan karena pertengkaran di swalayan.

Kantor berita Reuters melaporkan, kedua belah pihak yang terlibat harus hadir di pengadilan pada April mendatang untuk menjalani sidang. Lalu kenapa tisu toilet penting sekali?

Di Barat, tisu toilet menjadi kebutuhan pokok. Mereka terbiasa menggunakan tisu sesusai membuang air besar. Rata-rata orang Australia menggunakan 9,8 kg tisu pertahun. (sbs/reuters/And)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2