Waspada
Waspada » SpaceX Luncurkan 4 Astronot Ke Stasiun Luar Angkasa Internasional
Internasional

SpaceX Luncurkan 4 Astronot Ke Stasiun Luar Angkasa Internasional

Wahana antariksa Resilience milik SpaceX diluncurkan dari Kennedy Space Center, Florida, Minggu (15/11) malam waktu setempat dengan membawa tiga orang Amerika dan satu orang Jepang menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). AP

FLORIDA, AS (Waspada): SpaceX meluncurkan empat astronot ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Elon Musk sendiri masih harus mengisolasi diri karena kena virus Corona, sehingga tak bisa memantau dari dekat peluncuran ini.

Dilansir Associated Press (AP), Senin (16/11/2020), ini adalah peluncuran astronot dalam penerbangan taksi penuh waktu pertama untuk NASA, dilakukan oleh sebuah perusahaan swasta yakni SpaceX.

Roket Falcon meluncur pada Minggu (15/11) malam waktu setempat. Lokasi peluncuran adalah di Kennedy Space Center, Florida.

Empat astronot itu terdiri dari tiga orang Amerika dan satu orang Jepang, yakni astronot NASA, Shannon Walker, Victor Glover, Michael Hopkins dan astronot Japan Aerospace Exploration Agency astronaut Soichi Noguchi.

Mereka diluncurkan oleh SpaceX. Kapsul Naga di bagian atas dijuluki sebagai ‘Resilience (Ketahanan)’ oleh krunya mengingat banyak tantangan tahun ini, terutama COVID-19. Resilience akan mencapai stasiun luar angkasa Senin (16/11) malam dan tetap di sana hingga musim semi.

Gara-gara COVID-19, pendiri dan kepala eksekutif SpaceX, Elon Musk, terpaksa memantau dari jauh saja. Dia mencuit di Twiter bahwa dia “kemungkinan besar” memiliki kasus COVID-19. Kebijakan NASA di Kennedy Space Center mewajibkan siapa pun yang dites positif virus Corona untuk dikarantina dan tetap terisolasi.

Empat astronot itu terdiri dari tiga orang Amerika dan satu orang Jepang, yakni astronot NASA, Shannon Walker, Victor Glover, Michael Hopkins dan astronot Japan Aerospace Exploration Agency astronaut Soichi Noguchi. AP

Peluncuran itu hanya beberapa bulan berselang setelah uji terbang dua pilot SpaceX. NASA berharap ini akan menjadi serangkaian rotasi kru yang panjang antara AS dan stasiun luar angkasa, setelah bertahun-tahun tertunda. Lebih banyak orang berarti lebih banyak penelitian sains di lab yang mengorbit, menurut para pejabat.

“Ini adalah momen bersejarah lainnya,” kata Administrator NASA Jim Bridenstine Jumat. Namun dia mencatat: “Jangan salah: Kewaspadaan selalu diperlukan di setiap penerbangan.”

Penerbangan ke stasiun luar angkasa – 27 1/2 jam dari pintu ke pintu – harus sepenuhnya otomatis, meskipun kru dapat mengambil kendali jika diperlukan. Wakil Presiden Mike Pence, ketua Dewan Luar Angkasa Nasional, melakukan perjalanan dari Washington untuk menyaksikan peluncuran tersebut.

Di luar gerbang pusat ruang angkasa, para pejabat mengantisipasi ratusan ribu penonton untuk berjejalan di pantai dan kota terdekat. (ap/m11)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2