Waspada
Waspada » Serangan Udara Makin Gencar, Perang Armenia-Azerbaijan Tewaskan 130 Orang
Internasional

Serangan Udara Makin Gencar, Perang Armenia-Azerbaijan Tewaskan 130 Orang

Dalam tangkapan layar yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Azerbaijan Kamis (1/10/2020) ini terlihat militer Azerbaijan menghancurkan senjata artiler Armenia di wilayah sengketa Nagorno-Karabakh. AP

YEREVAN, Armenia (Waspada): Perang antara pasukan Azerbaijan dengan separatis Armenia di wilayah sengekat Nagorno-Karabakh hingga Jumat (2/10/2020) WIB telah menewaskan 130 orang, termasuk warga sipil dari kedua pihak.

Terbaru, militer Armenia mengklaim menembak jatuh sejumlah drone Azerbaijan sebagai balasan serangan udara. Armenia mengklaim Azerbaijan melakukan serangan agresif dibantu pejuang serta peralatan perang dari Turki.

Pertempuran Armenia dan Azerbaijan sudah hampir sepekan berlangsung, zona perang yang awalnya di wilayah sengketa Nagorno-Karabakh kini meluas sampai teritorial negara masing-masing.

Dilansir dari Russia Today, Jumat (2/10/2020), otoritas pertahanan Armenia mengklaim telah menembak jatuh pesawat tanpa awak (drone) Azerbaijan di Provinsi Kotayk dan Provinsi Gegharkunik, yang berbatasan dengan wilayah Nagorno-Karabakh.

Dalam tangkapan layar yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Armenia, Kamis (1/10/2020) ini terlihat drone Azerbaijan dihancurkan oleh roket militer Armenia. AP

Dari empat drone tersebut, tiga diantaranya dihancurkan pada serangan pagi hari, serta satu lainnya ditembak jatuh saat terbang malam hari. Armenia melakukan intersepsi sebagai respons balasan atas serangan Azerbaijan.

“Tetap tenang, pertahanan udara Armenia tengah bekerja,” demikian tulisan perwakilan Departemen Pertahanan Armenia, Artsrun Hovhannisyan di Facebook. “Terkadang, rudah pertahanan udara tidak membuat suara gaduh, tetapi jangan panik, mereka bekerja efektif,” lanjutnya.

Pemerintah Armenia pernah mengeluarkan peringatan keras akan meluncurkan rudal balistik Iskander buatan Rusia jika terbukti ada campur tangan Turki membantu militer Azerbaijan.

Dalam pidatonya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan agar pendudukan Armenia di Karabakh harus segera diakhir. Pernyataan Erdogan kemudian diartikan sebagai dukungan Ankara terhadap Azerbaijan. (Russia today/m11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2