Waspada
Waspada » Serangan Israel Atas Kelompok Jihad Islam Tewaskan 6 Orang
Internasional

Serangan Israel Atas Kelompok Jihad Islam Tewaskan 6 Orang

Dalam foto yang diambil dari tangkapan layar video ini menunjukkan militer Israel menggunakan bulldozer untuk memindahkan jenzah seorang warga Palestina yang tewas ditembak militer Israel di Jalur Gaza, Minggu. AP

DAMASKUS, Syria (Waspada): Dalam serangan terbaru menjelang pemilihan umum pada 2 Maret mendatang, Angkatan Udara Israel menargetkan situs-situs teror kelompok Jihad Islam di seluruh Gaza dan dekat ibu kota Suriah, Damaskus. Hal itu disampaikan juru bicara militer Israel.

Seperti dilansir Deutsche Welle, Selasa (25/2/2020), militer Israel mengatakan bahwa pihaknya juga telah menyerang Jihad Islam di pinggiran Damaskus, termasuk pangkalan yang digunakan sebagai pusat kegiatan kelompok Jihad Islam di negara itu.

Menurut pihak Israel, 20 roket sebelumnya telah ditembakkan dari Jalur Gaza ke arah Israel pada Minggu (23/02) malam. Sepuluh roket dapat diblokir oleh sistem pertahanan rudal Kubah Besi milik Israel, sedangkan roket lainnya jatuh di daerah yang tidak berpenghuni.

Kelompok Jihad Islam telah mengaku bertanggung jawab atas puluhan tembakan roket itu. Kelompok asal Palestina ini mengaku bereaksi atas terbunuhnya anggota mereka yang bernama Mohammed al Naim oleh tentara Israel.

Namun pihak Israel mengatakan bahwa anggota tersebut sedang berusaha menempatkan bahan peledak di dekat pagar perbatasan Gaza. Lelaki 27 tahun itu ditembak mati oleh pasukan penjaga perbatasan Israel setelah hendak menanam peledak di pagar.

Dalam video yang beredar, sebelum diangkut oleh kendaraan berat, sejumlah massa berusaha membawa pergi jenazah Naim. Namun mereka dihujani tembakan. Pada akhirnya, buldozer tersebut meninggalkan lokasi kejadian dengan mengangkut mayat Naim, dengan sebuah tank terlihat di sisinya

Jihad Islam, yang bersekutu dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad, pada Senin (24/2) pagi waktu setempat membenarkan bahwa dua anggotanya telah tewas dalam serangan roket terbaru oleh Israel.

Lembaga pemantau perang yang berbasis di Inggris, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), mengonfirmasi bahwa setidaknya empat orang pendukung Assad telah tewas dalam serangan itu.

Namun, rekaman video yang beredar di media sosial terkait terbunuhnya Naim sempat menyebabkan kegemparan di Gaza karena adanya ‘kebijakan baru’ dari Israel terkait pemulangan jenazah orang-orang yang terbunuh.

Menteri Pertahanan Israel Naftali Bennett mengatakan Israel tidak akan mengembalikan jenazah para penyerang tersebut. Langkah ini dimaksudkan untuk memberikan tekanan pada Hamas, yang menguasai Jalur Gaza, untuk menyerahkan jenazah dua tentara Israel yang terbunuh dalam konflik di Gaza tahun 2014.

Jihad Islam bersama kelompok sekutu Hamas telah terlibat perang dengan Israel sebanyak tiga kali sejak 2008. Organisasi ini beroperasi di Jalur Gaza dan Suriah. (dw/And)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2