Serangan Anti-Asia Semakin Marak Di Amerika Serikat - Waspada
banner 325x300

Serangan Anti-Asia Semakin Marak Di Amerika Serikat

  • Bagikan
Dua wamita di New York, Amerika Serikat, berunjuk rasa menentang kebencian dan kekerasan terhadap warga keturunan Asia yang semakin meningkat di ‘Negeri Paman Sam’. CNN

NEW YORK, AS (Waspada): Serangan terhadap warga keturunan Asia semakin melonjak di berbagai wilayah Amerika Serikat (AS).

Terbaru, seorang pria asal Malaysia ditonjok tanpa sebab oleh seseorang tak dikenal di luar sebuah stasiun kereta bawah tanah di New York.

Seperti dilaporkan Newsweek dan dilansir laman The Star, Jumat (5/3/2021), serangan itu terjadi di luar pintu masuk stasiun kereta bawah tanah East Broadway F, tidak jauh dari area Pecinan di Manhattan, New York. Serangan terjadi pada Selasa (2/3) pukul 23.00 waktu setempat.

Rekaman CCTV menunjukkan Teoh Ming Soon (56), seorang pekerja konstruksi yang sudah 20 tahun tinggal di AS, ditonjok oleh seseorang tak dikenal saat dalam perjalanan pulang. Menurut laporan, Soon mengalami luka memar di mata bagian kiri dan luka-luka di bibirnya.

Rekaman CCTV yang kemudian dibagikan di Twitter itu menunjukkan pelaku penyerangan tampaknya menunggu di pintu masuk stasiun sebelum Soon datang mendekat dan menyerangnya.

Pelaku kemudian terlihat berjalan menuruni tangga menuju kereta bawah tanah. Pelaku penyerangan yang tampak memakai masker, masih dalam perburuan polisi setempat hingga saat ini.

Kepada media lokal, i, Soon menuturkan bahwa serangan itu terjadi sangat cepat dan dia tidak bisa mengingat apapun. “Saya tidak tahu mengapa dia menyerang saya. Mungkin karena saya orang Asia?” tanyanya.

Soon sempat mendapatkan perawatan medis lebih lanjut di NYC Health + Hospitals/Bellevue, sebelum diperbolehkan pulang. Satuan tugas kebencian rasial pada Kepolisian New York tengah menyelidiki insiden ini secara mendalam.

Kepolisian menawarkan imbalan US$2.500 (Rp35,9 juta) untuk informasi yang mengarah pada penangkapan pelaku penyerangan. Beberapa pekan terakhir, serangan terhadap warga Asia-Amerika di AS dilaporkan mengalami peningkatan.

Majalah TIME melaporkan pada 28 Januari lalu, bahwa seorang pria lanjut usia (lansia) keturunan Thailand, Vicha Ratanapakdee, didorong ke tanah saat berjalan pagi hari di San Francisco, California.

Kakek berusia 84 tahun itu meninggal dunia dua hari kemudian. Pelaku penyerangan, yang diidentifikasi sebagai Antoine Watson (19), telah ditangkap dan didakwa atas pembunuhan dan penganiayaan.

Insiden lainnya dilaporkan terjadi di San Jose, California, ketika seorang nenek asal Vietnam berusia 64 tahun diserang dan dirampok orang tak dikenal.

Kemudian di New York, dalam serangan serupa, seorang pria keturunan Filipina yang berusia 61 tahun disayat dengan silet saat berada di dalam kereta bawah tanah. (newsweek/m11)

  • Bagikan