Seram, Album Foto Dari Kulit Manusia Tahanan Nazi Ditemukan - Waspada

Seram, Album Foto Dari Kulit Manusia Tahanan Nazi Ditemukan

  • Bagikan
Seorang kolektor melihat album foto tersebut di pasar barang antik kecil di Polandia dan menyadari album foto tersebut memiliki 'tato dan rambut manusia'.[auschwitz.org/Metro.co.uk]

LONDON, Inggris (Waspada): Sebuah album foto yang terbuat dari kulit manusia tahanan kamp konsentrasi Nazi Jerman ditemukan di pasar barang antik di Polandia. Kolektor menyadari album foto tersebut ketika mencium bau busuk, melihat tato, dan terdapat sisa rambut manusia.

Seperti dilansir laman Metro.co.uk, Sabtu (7/3/2020), kolektor membelinya di pasar barang antik di Polandia sebelum menyerahkannya kepada staf di Auschwitz Memorial Museum yang mengkonfirmasi album foto tersebut.

Analis menduga album itu dibuat menggunakan kulit seorang tahanan yang dibunuh di kamp konsentrasi Buchenwald di Jerman, yang terkenal karena eksekusi dan eksperimen manusia yang kejam.

Didirikan pada tahun 1937 sebagai kamp konsentrasi pertama Hitler, Buchenwald menjadi terkenal karena eksekusi, percobaan, kondisi tidak perikemanusiaan, dan kelakuan brutal para penjaganya.

Ilse Koch, istri komandan kamp Karl-Otto Koch, diyakini telah memerintahkan pembunuhan tahanan pria dengan tato yang menarik sebelum menggunakan kulit mereka untuk membuat penutup lampu, album, dan taplak meja. Bahkan Ilse, yang dijuluki si Jalang dari Buchenwald, menggunakan ibu jari manusia untuk membuat sakelar lampu.

Ilse Koch, penjaga kamp konsentrasi Nazi yang dikenal oleh para tahanan sebagai “si jalang dari Buchenwald”. Daily Mail

Ilse membuat begitu banyak aksesoris kulit manusia sehingga dia juga dikenal sebagai ‘Nyonya Kap Lampu’. Saksi mata mengatakan, dia membantu dokter Nazi Erich Wagner yang mengumpulkan kulit manusia di kamp untuk disertasi PhD-nya.Dari 100 kulit manusia yang diambil Wagner, banyak yang diubah menjadi barang untuk hadiah.

Setelah ditangkap oleh pasukan Amerika pada akhir perang, Wagner melarikan diri dan terus berlatih kedokteran di Jerman dengan nama samaran sampai ia kembali pada tahun 1958. Wagner bunuh diri setahun kemudian.

Menurut catatan yang selamat dari Buchenwald, kulit manusia diperlakukan sebagai bahan untuk produksi benda sehari-hari, termasuk binding buku dan dompet. “Saya mengikat barang-barang di sampul yang diterima dari rekan-rekan saya dari bengkel penjilid buku kamp,” kata mantan tahanan Karol Konieczny.

Tapi Ilse bukan satu-satunya Nazi yang mengambil bagian tubuh manusia untuk membuat barang. Pabrik tekstil Jerman dan industri lainnya mendapat manfaat dari rambut dan bagian lain dari tahanan di Auschwitz, Majdanek, dan Treblinka.

Ilse Koch diberikan wewenang oleh pemerintahan Buchenwald secara bebas melakukan pelecehan seksual terhadap para tahanan dan mencambuk mereka ketika dia menunggang kudanya. Suaminya digantung pada tahun 1944 dan ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada tahun 1947 setelah pengadilan kejahatan perang Nuremberg. (metro/daily mail/And)

 

  • Bagikan