Waspada
Waspada » Senat Tolak Pemakzulan Trump Demi Redam Perpecahan
Internasional

Senat Tolak Pemakzulan Trump Demi Redam Perpecahan

Warga Orlando, Florida, Rabu, melakukan unjuk rasa terkait gagalnya Presiden Donald trump dimakzulkan. AP

WASHINGTON, AS (Waspada): Senat Amerika Serikat (AS) membebaskan Presiden Donald Trump dari dakwaan pemakzulan.

Senator Partai Republik yang berpengaruh, Lamar Alexander, mengatakan khawatir bila Trump dinyatakan bersalah justru akan mendorong AS ke perpecahan yang semakin mendalam. “(Vonis bersalah akan) menyiram bensin ke api,” kata Alexander yang mewakili Tennessee, Kamis (6/2).

Menurutnya, vonis bersalah hanya akan semakin ‘memecah belah bangsa’. Alexander mengatakan DPR memang mengangkat kasusnya tapi tidak cukup untuk sampai ke level pemakzulan.

Anggota Partai Republik lainnya membela Trump. Mereka mengatakan saat ini sudah waktunya untuk melakukan apa yang ketua Senat dari Partai Republik Mitch McConnell sebut sebagai ‘sirkus’ dan melangkah maju ke depan.

Sebagian besar anggota Demokrat mengungkapkan hal yang senada dengan pemimpin-pemimpin komite di House. Mereka memperingatkan bila Trump tidak diperiksa, maka ada kemungkinan presiden AS ke-45 itu kembali menyalahgunakan kekuasaan untuk kepentingan politik pribadinya sendiri dan mencoba untuk kembali mencurangi Pilpres 2020.

Beberapa anggota Partai Demokrat dari negara bagian yang mendukung Trump pun memilih bersalah. Doug Jones dari Alabama dan Joe Manchin dari West Virginia siap menghadapi resiko untuk dikritik. “Senator-senator terpilih membuat keputusan sulit,” kata Jones.

Presiden Ketiga yang Gagal Digulingkan

Trump menjadi presiden ke-3 AS, setelah Andrew Johnson dan Bill Clinton, yang dapat ‘menyelamatkan’ jabatannya setelah dimakzulkan oleh DPR pada Desember tahun lalu.

DPR menyetujui tuduhan bahwa Trump telah menyalahgunakan kekuasaannya dengan menekan Ukraina untuk melakukan penyelidikan terhadap pesaing politiknya dari Partai Demokrat, Joe Biden.

Trump juga dituduh menghalangi Kongres dalam melakukan penyelidikan atas skandal tersebut. Tim pembela Trump menegaskan bahwa tuduhan itu tidak lebih dari upaya partisan untuk mengenyahkan Trump dari jabatannya.

Senat yang dipimpin Partai Republik memilih Trump tidak bersalah terkait dengan penyalahgunaan kekuasaan dengan perbandingan suara 52-48, dan tak bersalah dalam hal menghalangi Kongres dengan suara 53-47.

“Oleh karenanya, diperintahkan dan diputuskan bahwa Donald John Trump akan, dan, dengan ini dibebaskan dari segala dakwaan,” ujar Hakim Agung John Roberts menutup persidangan Senat AS, seperti dilansir Bloomberg.

Di antara sekian anggota Republik yang mendominasi Senat, hanya Senator Mitt Romney yang beranggapan Trump bersalah karena meminta bantuan politik dari pemerintah Ukraina.

Dengan keputusan Senat ini, nasib Trump selanjutnya di Gedung Putih akan bergantung pada upayanya bertarung dalam pemilihan presiden (pilpres) pada November mendatang. (ap/bloomberg/And)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2