Waspada
Waspada » Selundupkan Rokok Dari Bali, Pria Australia Didenda Rp400 Juta
Internasional

Selundupkan Rokok Dari Bali, Pria Australia Didenda Rp400 Juta

Rokok selundupan asal Indonesia yang ditahan bea cukai Australia. ABF Australia

CANBERRA, Australia (Waspada): Karena ingin untung besar dengan menyelundupkan rokok dari Bali, seorang pria asal Australia terpaksa harus membayar denda AUS$40 ribu (sekitar Rp400 juta).

Perbedaan harga jual rokok di Indonesia dan Australia menjadi salah satu sebab masih maraknya penyelundupan. Pria berusia 34 tahun itu sebelumnya berusaha menyeludupkan 36 karton rokok melalui Bandara Internasional Perth.

Seperti dilansir laman ABC, Rabu (5/2/2020), pria tersebut sebelumnya membeli rokok di salah satu supermarket di Kuta, Bali, seharga Rp250 ribu per karton. Dia berharap bisa menjualnya antara Rp1,2 sampai Rp1,5 juta per karton kepada orang lain di Australia Barat.

Rokok yang dibeli pria yang tak disebutkan namanya ini berjumlah 36 karton, berisi 7.200 batang rokok. Bila diimpor dengan cara yang legal, maka pajak yang harus dibayar adalah sekitar Rp58 juta.

Pria ini diperiksa karena dalam kartu kedatangan dia tidak menyebutkan bahwa dia membawa rokok lebih banyak dari jumlah yang diperbolehkan. Jumlah maksimum rokok yang boleh dibawa masuk ke Australia adalah 25 batang tanpa harus membayar cukai.

Ribuan batang rokok tersebut ditemukan dalam dua koper kecil yang dibawa pelaku dalam penerbangan dari Bali, pada Minggu 18 November 2018. Dalam persidangan kasus ini di Pengadilan Magistrasi Perth baru-baru ini, pria yang sebelumnya bekerja sebagai agen perumahan itu mengaku bersalah atas tiga tuduhan yang dikenakan terhadapnya.

Secara keseluruhan denda yang harus dibayar terdakwa adalah Rp 400 juta, jauh lebih tinggi dari kemungkinan keuntungan yang bisa didapatnya dari penjualan rokok yang dibelinya.

“Ini adalah tindakan sengaja untuk menghindari pembayaran cukai,” kata Rod O’Donell, komandan regional Pasukan Perbatasan Australia (ABF) yang memeriksa pelaku di Bandara Perth. Menurut ABF, terdakwa sudah tahu mengenai kemungkinan denda yang akan diterimanya bila dia melakukan penyeludupan rokok.

“Pria tersebut tahu risikonya. Petugas kami menemukan bahwa dia tahu kasus pria lainnya yang membayar denda Rp350 juta karena menyeludupkan 40 karton rokok di bulan Juli 2018. Upanya menghindari cukai menyebabkan dia harus membayar denda tujuh kali lebih besar dibandingkan cukai yang harus dibayarnya,” kata Rod O’Donnel. (abc/And).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2