Waspada
Waspada » Selisih Suara Biden-Trump Di Pilpres Bertambah Jadi 7 Juta
Internasional

Selisih Suara Biden-Trump Di Pilpres Bertambah Jadi 7 Juta

Sebulan setelah Pilpres AS digelar, selisih perolehan suara populer antara Presiden terpilih Joe Biden dan Presiden Donald Trump dalam Pilpres AS 2020 semakin bertambah hingga melebihi 7 juta suara. Straits Times

WASHINGTON, AS (Waspada): Selisih perolehan suara populer antara Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Joe Biden, dan Presiden Donald Trump dalam Pilpres AS 2020 semakin bertambah hingga melebihi 7 juta suara.

Seperti dilansir AFP, Jumat (4/12/2020), Bertambahnya selisih suara ini diumumkan saat Trump dan pendukungnya masih bersikeras ada kecurangan secara luas dalam Pilpres.

Sebulan setelah Pilpres digelar pada 3 November lalu, data penghitungan terbaru dari New York pada Kamis (3/12) waktu setempat menambah total perolehan suara populer untuk Biden menjadi 81.264.673 suara dan perolehan suara populer Trump mencapai 74.210.838 suara.

Total 158,4 juta suara telah dihitung secara nasional sejauh ini, menurut data yang dikumpulkan Cook Political Report. Dengan data terbaru itu, selisih suara populer Biden dan Trump kini mencapai 7.053.835 suara atau sebesar 4,4 persen.

Sejauh ini, Biden diproyeksikan meraup 306 electoral votes untuk kemenangannya di berbagai negara bagian AS. Perolehan itu jauh melebihi batasan 270 electoral votes yang dibutuhkan untuk memenangkan pilpres AS. Trump sendiri meraup 232 electoral votes.

Trump hingga kini bersikeras menuduh Partai Demokrat, yang menaungi Biden, telah mendalangi kecurangan besar-besaran dalam pilpres dan menegaskan dirinya pemenang yang sebenarnya.

Namun Trump tidak pernah memberikan bukti kuat untuk mendukung tuduhannya itu. Gugatan administratif dan gugatan hukum yang diajukan tim kampanyenya di beberapa negara bagian AS telah gagal berulang kali.

Biden yang nyaris secara universal diakui sebagai Presiden terpilih AS akan dikukuhkan sebagai pemenang Pilpres oleh Electoral College yang akan menggelar pertemuan pada 14 Desember mendatang. Biden kemudian akan dilantik menjadi Presiden AS dan mulai menjabat di Gedung Putih pada 20 Januari 2021. (afp/m11)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2