Waspada
Waspada » Sedih, Pria Afsel Tewas Diterkam Singa Yang Dibesarkannya Sejak Kecil
Internasional

Sedih, Pria Afsel Tewas Diterkam Singa Yang Dibesarkannya Sejak Kecil

West Mathewson bersama dua singa putih langka kesayangannya yang ia selamatkan dan besarkan sejak kecil. Namun sayang, salah satu singa itu membunuhnya. BBC

CAPE TOWN, Afrika Selatan (Waspada): West Mathewson, seorang pelindung satwa di Afrika Selatan, tewas diterkam singa putih langka yang dirawatnya sedari kecil saat hendak mengajak mereka berjalan-jalan pagi.

Dilansir laman The Sun (27/8/2020), kisah bermula saat pria 68 tahun itu membuka kandang singa yang bernama Demi dan Tanner untuk mengajak keduanya berjalan pagi. Namun, tak lama salah satu dari singa itu menerkamnya.

Istri Mathewson, Gil, yang mengikuti dengan mobil, kemudian berusaha menghalau singa putih besar yang berobot 181 kilogram itu dari sang suami. Namun terlambat, konservasionis itu mengalami luka yang sangat parah dan meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

Menurut keterangan menantunya, Theri Fergusson, insiden yang terjadi pada Rabu itu berlangsung karena kedua hewan tersebut sedang bermain. Namun kemudian permainan mereka terlalu kasar.

“Kami baru bisa mengetahui penyebab pasti kematiannya setelah tim dokter melakukan otopsi,” jelas Fergusoon kepada media Afrika Selatan. Kini kedua singa langka itu telah dipindahkan ke pusat spesies terancam punah dan akan dikembalikan ke alam liar.

Mathewson dikabarkan menyelamatkan dua singa betina tersebut dari tempat hewan-hewan yang diburu di area tertutup, atau dikembangbiakkan untuk diburu. Setelah hewan-hewan itu diselamatkan, Mathewson menempatkan mereka di sebuah area luas tertutup di penginapannya.

Mendiang memiliki penginapan safari terkenal bernama Lion Tree Top Lodge di Provinsi Limpopo, Hoedspruit, utara Johannesburg. Singa-singa tersebut dilaporkan pernah menewaskan seorang pria yang bekerja di properti dekat penginapan Mathewson setelah mereka kabur dari kandang pada 2017.

Juru bicara Lion Tree Top Lodge mengemukakan, mereka tidak akan membunuh dua penguasa hutan itu karena Mathewson mencintai mereka. Mathewson begitu sayang dengan mereka, dan terus mengajari keduanya sembari meyakini mereka tidak akan menyerang orang lagi.

“West mencintai kucing besar ini seperti anaknya sendiri, dan menghabiskan banyak waktu bersama mereka. Ini hanyalah kecelakaan yang tragis,” jelasnya. (the sun/daily mail/m11)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2