Waspada
Waspada » Saudi Siapkan Hukuman Berat Bagi Pelanggar Izin Haji
Internasional

Saudi Siapkan Hukuman Berat Bagi Pelanggar Izin Haji

Suasana terkini di Masjidil Haram, Senin (20/7/2020), jelang pelaksanaan ibadah haji yang akan mulai digelar pada tanggal 29 Juli mendatang. Saudi Gazette

JEDDAH, Arab Saudi (Waspada): Arab Saudi akan mendenda dan memenjarakan individu maupun perusahaan yang mengangkut jamaah yang tidak memiliki izin haji.

Hukuman ini disiapkan sebagai bagian dari langkah-langkah keamanan yang ketat untuk ziarah tahun ini.

Ibadah haji biasanya mendatangkan lebih dari 2 juta orang dari seluruh dunia. Namun selama pandemi Covid-19 ini, Kerajaan Saudi membatasi jumlah jamaah guna menekan penyebaran virus tersebut.

Dilansir Arab News, Selasa (21/7/2020), petugas keamanan akan disiapkan untuk menjaga kemungkinan upaya infiltrasi jamaah yang tidak memiliki izin, untuk memastikan pelaksanaan haji yang aman.

Tidak seorang pun terkecuali mereka yang memiliki izin resmi dari pihak berwenang dibolehkan melakukan haji atau memasuki wilayah suci.

Menurut Direktorat Jenderal Paspor, individu dan perusahaan yang membawa jamaah haji tanpa izin akan menghadapi hukuman berat.

Mereka dinilai telah melanggar hukum, serta dikenai hukuman tambahan karena membahayakan kesehatan masyarakat. Hukuman yang disiapkan, di antaranya denda, penjara dan penyitaan kendaraan mereka.

Sementara itu, ekspatriat yang ditemukan melanggar langkah-langkah keamanan juga akan menghadapi deportasi serta akan ditolak aksesnya ke Kerajaan Saudi selama periode tertentu.

Hukuman denda dimulai dari 10.000 Saudi Riyal atau Rp38juta untuk setiap peziarah yang diangkut secara ilegal. Sementara untuk hukuman penjara, durasinya 15 hari.

Kedua hukuman ini akan berlipat ganda jika pelanggaran tersebut diulangi.  Denda maksimum yang akan dikenakan adalah 50.000 Saudi Riyal atau setara Rp195juta serta enam bulan penjara di samping penyitaan kendaraan.

Keamanan Publik Saudi mengatakan pihaknya telah menyelesaikan rencana keselamatan yang luar biasa untuk haji. Mereka akan sepenuhnya mengimplementasikan protokol kesehatan sehubungan dengan wabah Covid-19.

Ada enam pusat keamanan utama di sekitar Makkah. Beberapa kantor sementara juga disiapkan untuk mengontrol pintu masuk ke kota dan situs suci.

Langkah-langkah keamanan akan disiapkan untuk memastikan jarak sosial bagi jamaah haji. Langkah ini dilaksanakan sejak kedatangan jamaah di Makkah dan di seluruh tahapan haji yang berlangsung.

Arab Saudi awal tahun ini mengumumkan mengambil langkah dramatis untuk menangguhkan pelaksanaan umrah bagi warga negara, ekspatriat yang tinggal di negara itu, serta juga para peziarah internasional.

Penangguhan dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui kerumunan yang berada di tempat-tempat suci. (arab news/m11)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2