Saudi Cegat Rudal Dari Yaman, Belasan Bangunan Rusak - Waspada

Saudi Cegat Rudal Dari Yaman, Belasan Bangunan Rusak

  • Bagikan
Sedikitnya 14 rumah di kota Dammam, Arab Saudi, rusak berat akibat terkena serpihan rudal yang ditembakkan dari Yaman dan berhasil dicegat oleh militer koalisi pimpinan Arab Saudi. SPA

     RIYADH, Arab Saudi (Waspada): Pihak berwenang Arab Saudi mengatakan bahwa mereka telah mencegat dua rudal balistik yang ditembakkan dari negara tetangga Yaman. Rudal itu disebut menargetkan provinsi di timur dan Najaran di selatan.

     “Dua serangan rudal balistik dicegat, bersama dengan tiga drone jebakan,” kata juru bicara koalisi pimpinan Saudi Brigadir Jenderal Turki Al-Maliki, yang memerangi pemberontak Houthi di Yaman, seperti dilansir AFP, Minggu (5/9/2021).

     Namun demikian, serpihan dari rudal-rudal yang dicegat di Kota Dammam itu jatuh dan menimbulkan kerugia kepada para penduduk. Seorang bocah dilaporkan terluka, sementara 14 rumah rusak

     Stasiun Televisi Al-Ekhbariya yang dikelola pemerintah juga melaporkan penyadapan tersebut, mengutip koalisi yang mengatakan akan mengambil ‘tindakan tegas’ untuk melindungi warga sipil.

     Tidak ada laporan mengenai korban, tetapi serangan itu terjadi empat hari setelah sebuah pesawat tak berawak menghantam bandara internasional Abha di selatan, melukai delapan orang dan merusak sebuah pesawat sipil.

     Kejadian itu juga terjadi beberapa jam sebelum Hans Grundberg, utusan baru PBB untuk Yaman, secara resmi menjalankan tugasnya.

     Arab Saudi melakukan intervensi dalam perang Yaman atas nama pemerintah yang diakui secara internasional pada tahun 2015, tak lama setelah Houthi merebut Sana’a.

     Pemberontak sekutu Iran telah berulang kali menargetkan Arab Saudi dalam serangan lintas perbatasan. Pada bulan Agustus, pemberontak meningkatkan operasi tersebut, menggunakan drone dan rudal.

     Konflik Yaman yang parah telah merenggut puluhan ribu nyawa dan membuat jutaan orang mengungsi, yang mengakibatkan apa yang disebut PBB sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

     Sementara PBB mendorong untuk mengakhiri perang, Houthi telah menuntut pembukaan kembali bandara Sanaa, ditutup di bawah blokade Saudi sejak 2016, sebelum gencatan senjata atau negosiasi. (afp/m11)

  • Bagikan